Tips Perawatan Kecantikan Dan Kesehatan

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Seputar Kecantikan Wajah

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Seputar Kesehatan Tubuh

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Relationship

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Serba-Serbi

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Tampilkan postingan dengan label Puasa Ramadhan 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa Ramadhan 2017. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juli 2017

Cuaca Tak Menentu, Risiko Hipotermia Ancam Pemudik Bermotor

Belakangan ini cuaca sering tidak terduga, hujan sering turun tiba-tiba. Para pemudik diimbau untuk mengutamakan keselamatan, khususnya yang membawa motor dengan membonceng anak kecil.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Selain risiko kecelakaan karena jalan licin dan jarak pandang terbatas, kedinginan ketika memaksakan diri berkendara dalam kondisi hujan juga berbahaya bagi pemudik yang mengendarai motor. Pada anak-anak, kondisi tersebut bisa berdampak fatal.

"Pernah terjadi beberapa tahun lalu. Anaknya tidur, nggak rewel, ternyata udah meninggal karena hipotermia," kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan, Achmad Yurianto, ditemui di Kantor Kesehatan Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (30/6/2017).

Menurut Achmad, risiko kecelakaan pada arus balik cenderung lebih tinggi dibanding pada arus mudik. Pada arus balik, kondisi para pemudik cenderung lebih kelelahan karena aktivitas selama hari raya. Juga karena sudah tidak lagi berpuasa, pola makan cenderung kurang diperhatikan.

"Karena sudah nggak puasa, lalu apa saja dimakan. Sering kita temukan ada yang diare, atau mengalami kekambuhan penyakit-penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi," kata Achmad.

Mengenai angka kecelakaan, Achmad mengamati adanya penurunan terutama di Pulau Jawa. Dioperasikannya sejumlah ruas tol fungsional seperti Brebes-Gringsing di Jawa Tengah, dinilainya turut berpengaruh.

"Kecelakaan di ruas tersebut hampir dikatakan nggak ada. Pemudik cenderung tertib di jalur tersebut," kata Achmad.

Namun risiko kecelakaan di sejumlah titik tetap diwaspadai, seperti di Tuban Jawa Timur yang merupakan daerah rawan. Di titik tersebut, pemudik biasanya sudah kelelahan dan dalam kondisi mengejar waktu sehingga rawan kecelakaan. Pihaknya juga mencatat peningkatan angka kecelakaan di luar Pulau Jawa seperti di Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Aceh.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Layanan Iklan Promosi Untuk Produk Usaha Atau Bisnismu, Silahkan Hubungi Team Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Jumat, 30 Juni 2017

Mudik Balik Jangan Stres! Ini Pesan Psikolog Agar Tetap Adem

Stres bisa saja hadir ketika terjebak kemacetan saat arus balik. Meski tenaga sudah banyak terpakai saat berada di kampung, saat pulang pun rasanya butuh stamina yang baik untuk tetap sehat fisik dan psikis hingga sampai di rumah.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Tapi, tingkat stres ini sebenarnya bisa disiasati kok. Menurut Ratih Zulhaqqi, MPsi., seorang psikolog lulusan Universitas Indonesia saat dihubungi detikHealth beberapa waktu lalu, Anda bisa mulai dengan membuat sejumlah perencanaan untuk perjalanan pulang.

Pertama, Anda dapat memperkirakan terlebih dahulu mengenai waktu terbaik untuk pulang. "Kan ada tuh perkiraan kapan puncak arus atau setelahnya, supaya ga terkena imbasnya bagi yang lewat jalur datar," ujar pendiri RaQQi Consulting tersebut.

Anda dapat memilih untuk pulang saat puncak arus atau sesudahnya. Semua menjadi keputusan Anda dan pastinya tergantung dari kenyamanan diri Anda sendiri.

Selain waktu pulang, rencanakan juga tentang pemanfaatan waktu kosong yang akan ada saat pulang nanti. Bagi naik transportasi umum atau disupiri dengan mobil, mungkin mudah untuk menjadikan tidur sebagai salah satu rencana.

Atau, hal lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko stres tinggi saat arus balik adalah dengan berinteraksi dengan orang-orang sekitar. "Ada lho orang stres karena tidak bisa ngobrol sama orang, sebab kebutuhan berbicaranya tinggi," kata Ratih.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Tipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Mau produk jualan kamu di iklankan disini, Silahkan kirimkan penawaran iklanmu kepada kami melalui contact:
-Contact: 082165725806
-Email: kriz.stmt@ymail.com

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Senin, 26 Juni 2017

Ketika Pasangan Ditanya 'Kapan Punya Momongan' Saat Momen Hari Raya

Saat sebelum menikah dicecar dengan pertanyaan 'kapan nikah', kemudian setelah menikah pertanyaan iseng selanjutnya adalah 'kapan punya momongan'. Apalagi ketika momen Hari Raya Idul Fitri, bagi pasutri yang memang belum dikaruniai anak, pertanyaan tersebut pasti terlontarkan oleh hampir semua anggota keluarga. Ya, rasa-rasanya seperti mimpi buruk.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Menanggapi hal ini, psikolog dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani MPsi, mengatakan bahwa pertanyaan seperti itu tak akan ada habisnya di dalam kehidupan, diawali dengan pertanyaan 'kapan lulus', 'kapan nikah', kemudian bagi mereka yang sudah menikah ditanya 'kapan punya momongan', lalu setelah itu ditanya 'kapan tambah anak lagi', begitu pun seterusnya.

"Setelah pertanyaan kapan nikah, kalau punya anak, setahun dua tahun bakal ditanya kapan nambah anak lagi. Balik lagi ke orangnya, memang mau punya anak atau sedang menunda, karena itu beda juga kan," ujar Wita, sapaan akrabnya.

Keputusan pasangan suami istri untuk menunda momongan menurut wanita berhijab ini tentu mengundang kontra. Sebab, pasti ada pihak keluarga, terutama orang tua yang tidak setuju atau tidak menginginkan hal ini.

"Mungkin kalau yang menunda, kita nggak perlu tuh kasih tahu juga kita lagi menunda. Kalau itu pertanyaan dari orang tua, keluarga-keluarga yang sudah berumur, itu jawaban yang nggak diharapkan dan dianggap aneh 'kok nikah pake nunda-nunda (momongan) segala," terang Wita.

Lebih lanjut Wita mengatakan, pasutri bisa menjawab dengan jawaban seperti 'oh mungkin belum dikasih, ya sudah usaha tapi memang belum dapat saja'.

Sementara, bagi pasutri yang benar-benar yang menginginkan anak, tetapi belum juga memiliki bisa dijawab dengan jawaban 'oh iya sudah periksa ke dokter kok' yang menunjukkan kalau pasutri tersebut sudah berusaha tapi Tuhan belum menghendaki pasutri tersebut memiliki momongan.

"Itu kayaknya penting deh buat para orang tua ini. Karena memang mereka mikirnya 'ah takutnya gara-gara kecapekan kerja, fokus sama karir," pungkas Wita.

Jumat, 23 Juni 2017

5 Hal yang Dialami Tubuh Andai Harus Mudik Tiap Hari

Kemacetan selama berjam-jam adalah warna lain di setiap perjalanan mudik. Untungnya, tradisi pulang ke kampung halaman seperti ini hanya perlu dilakukan sekali waktu.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Di satu sisi, kemacetan bisa menjadi 'cerita' dalam perjalanan mudik. Bagi sebagian orang, perjuangan menembus macet adalah pengalaman yang sangat personal dan akan selalu membekas di hati. Kenangan yang tak terlupakan, yang makin memperdalam makna silaturahmi.

Namun di sisi lain, kemacetan juga memicu kelelahan. Bagi kesehatan, ini akan memicu berbagai perubahan di dalam tubuh yang jika berlangsung terus menerus maka akan memberikan dampak yang tidak baik.

Andai kemacetan dan letihnya menempuh perjalanan jauh seperti yang terjadi di sejumlah jalur mudik harus dialami tiap hari, kurang lebih ini yang akan dialami oleh tubuh seperti dikutip dari BBC.

1. Gula darah meningkat
Sebuah penelitian di The American Journal of Preventive Medicine mengatakan bahwa menempuh perjalanan jauh setiap hari, dari dan ke tempat kerja, bisa memicu peningkatan kadar gula darah. Kondisi ini meningkatkan risiko pra diabetes. Jika perjalanan ke tempat kerja saja begitu buruk dampaknya, bayangkan jika harus menempuh ratusan kilometer setiap hari.

2. Kolesterol meningkat
Perjalanan jauh yang dilakukan tiap hari, menurut penelitian tersebut juga berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Ini bukan kabar baik karena kadar kolesterol jahat yang tinggi adalah faktor risiko serangan jantung.

3. Tekanan darah meningkat
Menempuh perjalanan jauh, disertai kemacetan, terbukti memicu peningkatan tekanan darah secara temporer. Dan jika berlangsung terus menerus, maka akan menjadi salah satu faktor risiko stroke dan penyakit jantung.

4. Kurang tidur
Orang-orang yang setiap hari menghabiskan lebih dari 45 menit di jalan raya cenderung punya kualitas tidur yang lebih buruk. Ini dialami oleh para karyawan yang ngelaju, baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

5. Nyeri punggung
Sebagai pengemudi maupun penumpang, perjalanan jauh paling terasa dampaknya di bagian punggung. Duduk diam dalam waktu lama memberikan tekanan yang konstan di bagian tertentu, sehingga memicu nyeri. Jika terjadi setiap hari, lama-kelamaan bisa berdampak pada perubaha postur tubuh yang juga memperburuk keluhan nyeri punggung.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Tipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Mau belanja aman dan terpercaya untuk produk kosmetik wajah dengan Kualitas terbaik?
Disini tempatnya...!

TokoPedia (https://www.tokopedia.com/drrochelles)
BukaLapak (https://www.bukalapak.com/drrochelleskinexpert01)
Shopee (shopee.co.id/drrochelles)

Kami menyediakan special promo untuk produk Dr Rochelle Skin Expert, Kezia Skin Expert, Gifi Skin Care.

Terima Kasih.

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Kamis, 22 Juni 2017

Mau Mudik Lewat Jalan Tol Baru? Perhatikan Hal-Hal Berikut

Pilihan jalur mudik tahun ini makin beragam, dengan dibukanya beberapa jalur fungsional yang merupakan jalan tol yang belum selesai dibangun. Karena jalan tol ini belum dibuka resmi, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melewatinya. Agar perjalanan mudik tetap nyaman dan selamat hingga ke tempat tujuan.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Pastikan bensin penuh sebelum masuk tol baru
Tol baru belum memiliki fasilitas untuk pengisian bensin di rest area. Untuk itu, pastikan bensin penuh sebelum Anda memasuki tol baru. Sehingga di tengah perjalanan tidak ada kejadian bensin habis, dan mudik harus tertunda karena menunggu pertolongan.

Bawa makanan yang cukup
Karena faktor rest area yang belum ada, pastikan Anda membawa bekal makanan yang cukup ketika masuk tol baru. Tentunya tidak ada yang senang bukan, mudik dengan perut kelaparan? Dengan pasokan makanan yang cukup, maka pengemudi dan penumpang dapat mengisi perut, sehingga konsentrasi tetap terjaga.

Konsentrasi yang super
Konsentrasi menjadi hal yang harus dipertahankan selama melewati tol baru ketika mudik, karena jalurnya sendiri tidak mulus dan ada beberapa bagian yang belum selesai. Apalagi beberapa rambu-rambu, merupakan rambu darurat yang dipasang demi kemudahan perjalanan untuk sementara. Tentunya Anda tidak ingin perjalanan terhambat karena kejadian buruk, akibat tidak konsentrasi bukan?

Pastikan kondisi mobil baik
Kondisi jalan tol baru masih belum terlalu baik untuk kecepatan tinggi. Untuk itu, pastikan kondisi mobil baik, mulai dari mesin, lampu, hingga pendingin udara. Karena jalanan masih sangat berdebu, sehingga tidak mungkin membuka jendela kaca untuk mendapatkan angin segar. Kondisi jalan yang tidak rata juga menyebabkan mobil harus selalu dalam keadaan prima untuk mudik.

Stres Akibat Macet Saat Pulang Kampung? Ini Saran dari Dokter Jiwa

Arus mudik menjelang lebaran tak lepas dari kemacetan lalu lintas. Jarak tempuh ratusan kilometer dan memakan waktu perjalanan berjam-jam acap kali membuat pemudik menjadi stres. Jika demikian, bagaimana mengatasinya?
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Menurut dr Andri,SpKJ,FAPM, psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, beberapa hal yang bisa dipersiapkan menjelang kepergian mudik adalah menjaga kondisi fisik tetap sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga jika memungkinkan, terlebih jika menyetir kendaraan sendiri.

"Pastikan tidur cukup tiga hari sebelum mudik, minimal 6,5 jam per malam," kata pemilik akun Twitter @mbahndi kepada detikHealth.

Selain itu, lanjut dr Andri, siapkan juga kendaraan dengan baik, usahakan tidak ada masalah pada ban ataupun pada mesin kendaraan.

Kemudian, dijelaskan pria berkacamata ini, jika dari awal sudah mengantisipasi akan adanya kemacetan, maka pikiran sebenarnya sudah disiapkan akan terjadinya hal tersebut.

"Hal ini bisa menjadi salah satu 'terapi kognitif' buat diri sendiri. Jika menghadapi macet, maka sebenarnya itu sudah diprediksikan," ucap dr Andri.

Menurutnya, itu juga bisa memberikan input positif kepada pikiran bahwa walaupun macet tetapi nanti akan ada momen bahagia yakni bertemu dengan sanak keluarga.

"Kita juga diliputi perasaan bahagia masih bisa mudik dan bertemu dengan orang yang kita cintai," imbuh dr Andri.

Jadi paling sering yang harus diingat adalah segala sesuatu baik yang baik dan buruk berkaitan dengan stres itu adalah bagian dari persepsi diri sendiri.

"Pikiran menjadi penting karena pada dasarnya stres yang dirasakan buruk oleh diri kita itu tergantung dengan persepsi kita sendiri," kata dr Andri.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Berminat Punya Toko Online dalam Format Fanpage Facebook? Segera Hubungi kami disini (https://www.facebook.com/KiellaDigitalAdv/)

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Serangan Microsleep di Mata Para Sopir Angkutan Mudik

Para pengemudi bus antarkota ternyata cukup akrab dengan fenomena microsleep atau tidur sesaat karena sel-sel otak kelelahan dan mengalami shut down. Mereka punya cara masing-masing untuk mengatasinya.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Microsleep adalah kondisi ketika sebagian sel otak 'tidur' untuk sesaat. Pada kondisi ini, secara tidak sadar indera penglihatan dan pendengaran gagal menjalankan fungsinya dengan optimal. Durasinya sangat singkat, hanya sekitar 1 hingga 10 detik.

Para pengemudi bus sering mengalami hal semacam ini. Salah satunya Dedi, pengemudi bus yang membawa rombongan pemudik dari Jakarta menuju Yogyakarta. Dedi mengaku pernah mengalami serangan microsleep selama kurang lebih 3 detik.

"Biasanya kalau ngantuk kayak gitu ngucek-ngucek mata, terus cuci muka," ujarnya kepada detikHealth, Kamis (22/6/2017).

Kadang-kadang, kondisi seperti ini tidak sampai membuatnya harus menghentikan bus yang dikendarainya. "Terus minum air putih, ngantuknya hilang," imbuhnya.

Beda lagi dengan pengemudi bus lainnya, Adi yang mengatakan bahwa ia akan menghentikan busnya jika mulai merasakan tanda-tanda microsleep mulai menyerang.

"Kalau kira-kira kurang memungkinkan ya kita minggir, kasih sebelahnya (supir cadangan) kalau ada gantinya. Kalau sendiri ya kita tetep berhenti," tutur Adi yang membawa rombongan pemudik tujuan Blitar, Jawa Timur.
Pengemudi yang mengalami microsleep saat mengemudi berpotensi menyebabkan kecelakaan. Karena setelah sadar dari kondisi 'tidur' sesaat akan menimbulkan rasa kaget dan mengurangi kemampuan mengemudi.

Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Moeloek SpM(K) menyarankan kepada pengemudi untuk beristirahat ketika mulai merasa lelah dan kantuk. "Tiap empat jam mereka harusnya istirahat," jelas Menkes Nila, ditemui saat melepas rombongan mudik bersama karyawan Kementerian Kesehatan di halaman kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

"Kalau capek istirahat, jangan ngoyo (memaksakan diri)," pesannya kepada para pengemudi.

Rabu, 21 Juni 2017

Pemudik Harus Tahu! Ini Tanda-tanda Tubuh Sudah Kebanyakan Kafein

Tak sedikit pemudik memilih jalan instan dan mengandalkan kafein seperti kopi atau minuman energi saat lelah dalam perjalanan. Hati-hati, jangan sampai jadi 'overdosis' kafein ya.

Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Seperti disampaikan oleh nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD, kafein dalam kopi memang diketahui dapat memberikan manfaat sehat bagi tubuh.

Meski demikian, bukan berarti kafein bebas diminum terus-terusan dan dalam jumlah banyak. Jika dilakukan demikian, efeknya justru jadi buruk untuk tubuh.

Beberapa efek buruknya yakni mempercepat detak jantung, meningkatkan risiko serangan jantung, serta memicu kenaikan asam lambung. Nah, bagaimana tanda-tanda tubuh sudah kebanyakan konsumsi kafein?

Dikutip dari Healthline, beberapa tanda yang perlu Anda kenali yakni pusing, diare, rasa haus terus-menerus, insomnia, sakit kepala hingga demam. Tanda-tanda serius seperti muntah, nyeri dada, detak jantung tidak teratur juga bisa terjadi.

Maka dari itu, tetap ada aturan porsi untuk konsumsi kopi agar efek positifnya maksimal. "Saran konsumsi kafein untuk orang dewasa adalah setara 200-300 mg setiap hari atau setara dengan 2 cangkir kopi," pesan Jansen.

Jika alasan Anda minum kopi saat mudik adalah karena lelah, maka sebaiknya pilihlah jalan lain untuk mengatasinya. Dianjurkan oleh pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT, misalnya dengan tidur dan istirahat sejenak.

Selasa, 20 Juni 2017

Jangan Emosi! Begini Kiat Atasi Stres Saat Mudik Akibat Macet

Perjalanan mudik akan sangat melelahkan bagi fisik maupun psikis, terutama jika terjadi macet. Agar tak terbawa emosi, ada beberapa trik yang bisa Anda coba.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Salah satunya adalah dengan menciptakan suasana berkendara yang menyenangkan. Anda mungkin bisa menyiapkan beberapa perlengkapan yang membuat tubuh tetap rileks saat berkendara, seperti alat pijat yang bisa diletakkan di kursi mobil.

Anda juga bisa menyalakan radio, atau bermain game jika sedang tidak mengemudi. Selain itu, dinginkan suasana di dalam mobil tetap dingin dengan menyalakan AC.

Bagaimana mempersiapkan mudik agar tetap sehat di manapun? Simak video Bincang Sehat berikut ini:

Menurut pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT, jika Anda membawa anak maka pastikan juga mereka tetap tenang. Sebab salah satu pemicu stres adalah saat anak bosan dan menjadi rewel.

"Gangguan ini tentu akan memengaruhi pengemudi. Saat sedang macet, manfaatkan waktu untuk berbincang-bincang dengan si kecil. Selain itu, lengkapi perjalanan dengan buku dan permainan yang ia sukai," tutur dr Ade kepada detikHealth.

Jika sudah waktunya berbuka puasa, maka sebisa mungkin sediakan bekal makanan di dalam mobil. Lapar merupakan salah satu pemicu stres bagi sebagian orang, sehingga menjadi lebih mudah marah.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Tipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Kunjungi Toko Online Kami Disini (https://www.facebook.com/Tipsperawatankecantikandankesehatan/shop/?rt=19). Note: Silahkan lakukan pembelian secara COD/Ketemuan untuk menghindari penipuan dalam bentuk apapun!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Jumat, 16 Juni 2017

7 Langkah Persiapan Mudik dan Liburan dengan Mobil Pribadi

Sebentar lagi waktu mudik dan libur panjang tiba. Jika kamu menggunakan kendaraan atau mobil pribadi untuk menuju kampung halaman, sebaiknya kamu memastikan kondisi kendaraan pribadi dalam keadaan prima.
Sponsor: jasa Pembuatan Fanpage

Jangan sampai rencana untuk berlebaran berubah menjadi duka berkepanjangan hanya karena kamu tidak mempersiapkan kondisi kendaraan sebelum berangkat.

Berikut ini beberapa langkah yang wajib kamu lakukan untuk persiapan mudik dengan memakai kendaraan pribadi, seperti dikutip dari Halomoney:

1. Memeriksa Ruang mesin

Nyalakan mesin dan dengarkan suaranya apakah berjalan dengan normal atau tidak. Pastikan juga mengecek minyak rem, minyak kopling, air radiator, aki, oli mesin serta air wiper terisi sesuai dengan takarannya.

Jika kamu masih awam untuk mengeceknya sendiri, kamu bisa datang ke bengkel yang kamu percayai.

2. Periksa lampu mobil

Caranya nyalakan lampu mobil dan lihat kondisinya. Kamu perlu melihat kondisi lampu depan mobil, lampu rem yang ada di belakang, lampu sein dan cek bagian soket pada bagian lampu depannya.

3. Pastikan wiper mobil masih bagus

Pastikan wiper mobil masih berfungsi dengan sempurna. Jangan lupa memastikan bagian karet wiper masih bagus dan mampu membersihkan dengan cepat.

4. Pastikan ban tidak botak

Kamu harus melihat bagian tapak dan kembang ban apakah masih dalam kondisi baik atau tidak. Jangan segan untuk mengganti ban yang sudah botak agar perjalananmu nyaman dan jauh dari kecelakaan akibat kondisi ban buruk. Dan pastikan tekanan angin ban sesuai dengan anjuran pabrikan sekitar 32 atau 35.

5. Perangkat pendukung mobil

Jangan lupa membawa perangkat pendukung seperti dongkrak, ban serep, kotak P3K serta alat darurat lainnya. Perangkat tersebut sangat dibutuhkan saat kendaraan Anda mengalami masalah sehingga harus ada di dalam mobil.

6.  Cek AC

Pastikan perangkat AC mobil berfungsi dengan baik dan juga jangan lupa mengecek semua panel pada dashboard serta tombol-tombol pada kabin berfungsi normal.

7. Cek seluruhan

Agar lebih yakin, jangan lupa untuk mengetes mobil agar bisa merasakan respon mobil baik setir, ban, suspensi. Apabila ada yang kurang meyakinkan, sebaiknya ditanyakan kepada bengkel terpercaya dan pastikan dalam kondisi baik.

Itulah beberapa hal yang wajib kamu lakukan sebelum kamu memakai kendaraan pribadi untuk mudik atau liburan.

Minggu Ke-3 Puasa, Ini Tipsnya Agar Tubuh Tetap Bugar

Memasuki minggu ke-3 puasa, tubuh sudah mulai beradaptasi dengan kekosongan perut di siang hari. Meski begitu, kebugaran bisa menurun drastis karena menurunnya tingkat aktivitas di siang hari.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Padahal tubuh yang fit dan bugar sangat diperlukan, terutama menjelang hari raya Idul Fitri. Nah, detikHealth pun merangkum tiga tips yang bisa dilakukan agar tubuh tetap bugar hingga lebaran.

1. Kontrol asupan manis

Mengonsumsi makanan atau minuman manis memang baik dilakukan pada saat buka puasa, agar dapat segera memulihkan energi setelah seharian berpuasa.

Namun masih banyak yang keliru mengartikan maksud dari kalimat 'berbuka dengan yang manis'. Konsumsi gula dari teh manis, es buah hingga jus dan lainnya justru membuat kadar gula naik mendadak, dan berisiko membuat tubuh lemas.

Akibatnya, ibadah tarawih pun bisa terlewatkan. Makanan manis juga membuat tubuh cepat merasa kenyang meskipun asupan nutrisi yang dimakan belum maksimal.

2. Jalan santai jelang berbuka

Tubuh mungkin akan terasa lemas saat puasa, namun bukan berarti Anda dibolehkan untuk bermalas-malasan. Melakukan aktivitas fisik tetap dianjurkan oleh ahli kesehatan agar tubuh dapat membakar energi yang diambil dari cadangan lemak tubuh.

Baca juga: Bingung Nunggu Azan Magrib dengan Apa? Yuk Coba Olahraga Memanah

Jalan santai merupakan pilihan aktivitas fisik yang cocok dilakukan saat menunggu buka puasa. Berjalan-jalan juga bisa meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan membuat saluran pernapasan lebih longgar.

Dengan jalan kaki, kantuk dan rasa malas yang menempel pada tubuh Anda akan hilang. Cobalah berjalan-jalan selama beberapa menit dan rasakan manfaatnya.

3. Tidur siang

Jam tidur malam dipastikan akan berkurang saat bulan puasa karena sahur. Karena itu, cukupi kebutuhan tidur dengan tidur siang atau power nap.

Luangkan waktu 20-30 menit untuk melakukan power nap di siang hari. Meski singkat, tidur siang ini bisa membantu memulihkan kebugaran dan memulihkan energi Anda.

Jika memungkinkan, tidurlah di awal siang untuk mengumpulkan energi. Hindari sinar matahari dan panas yang menimbulkan dehidrasi.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Tipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Layanan Iklan Promosi Untuk Produk Usaha Atau Bisnismu, Silahkan Hubungi Team Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Selasa, 13 Juni 2017

Suka Tahan Kencing Saat Mudik, Waspada Infeksi Saluran Kemih

Saat dalam perjalanan jauh, seringkali pemudik jadi sulit untuk buang air kecil dan jadi terbiasa menahannya. Hati-hati, efeknya bisa jadi infeksi.
Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Seperti disampaikan oleh dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU dari RS Mayapada Lebak Bulus beberapa waktu lalu, kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kemih merupakan gangguan pada saluran kemih, yang ditandai dengan rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil. Biasanya bermula dari radang, yang kemudian menjadi 'pintu masuk' bagi kuman-kuman yang ada di sekitar saluran kemih.

Untuk menghindari hal ini, dianjurkan untuk menyempatkan diri buang air kecil selagi ada toilet. Hindari menahan sampai benar-benar ingin kencing, terutama dalam periode waktu yang lama.

Hal serupa disampaikan oleh DR dr Nur Rasyid, SpU(K) dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Menurut dr Rasyid, dalam kondisi normal kandung kemih bisa menampung urine sebanyak 300-400 cc. Lebih dari itu dan ditampung terlalu lama maka risikonya adalah infeksi.

Gejala infeksi saluran kemih lainnya yang juga sering muncul yakni anyang-anyangan. Anyang-anyangan merupakan kondisi di mana seseorang selalu merasa ingin buang air kecil, tetapi urinenya sedikit atau bahkan tidak ada.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Official Resmi Blog kami :
{https://tipsperawatankecantikandankesehatan.blogspot.co.id/}

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Selasa, 06 Juni 2017

Penyebab Sakit Kepala Saat Berpuasa dan Cara Mengatasinya

Saat sakit kepala menyerang, minum obat bisa jadi salah satu solusinya. Namun bagaimana jika sakit kepala datang saat tengah menjalankan puasa? Kira-kira apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya ya?

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Disebutkan dr Dito Anurogo, pengasuh konsultasi detikHealth, kurangnya kebutuhan cairan tubuh alias dehidrasi saat berbuka puasa maupun sahur menjadi penyebab seseorang mengalami sakit kepala.

"Dehidrasi memicu berkurangnya volume cairan tubuh, menurunkan tekanan darah, sehingga memicu serangan pusing atau sakit kepala," kata dr Dito, sapaannya.

Kemudian alasan lain datangnya sakit kepala saat berpuasa adalah terkait dengan kadar gula darah. Menurut dr Dito, penurunan atau peningkatan kadar glukosa dalam tubuh juga berpotensi memicu serangan sakit kepala.

Meski demikian, untuk menghalau serangan sakit kepala dan ibadah puasa Anda tetap khusyuk, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya dengan memperhatikan kebiasaan makan dan minum saat berbuka puasa dan sahur, disertai cukup minum setidaknya 8 gelas setiap hari.

Lebih pentingnya lagi, tetap makan sahur meskipun hanya dengan beberapa butir kurma, buah pisang, roti, atau minum susu sereal. Selain itu, kurangi atau hentikan konsumsi kafein sementara selama Ramadan, sebab kafein juga ditengarai bisa menyebabkan terjadinya sakit kepala.

Di samping memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh, jangan lupa juga menjaga pola hidup. Termasuk berolahraga teratur 30-45 menit sebelum berbuka puasa setiap harinya, hindari pula kerja lembur dan cukup tidur.

"Usahakan tetap tidur di malam hari meskipun hanya selama 2-3 jam, sebelum bangun tidur untuk sahur, tetap makan sahur dan berbuka puasa di jam yang sama secara disiplin setiap harinya," anjur dr Dito.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Layanan Iklan Promosi Untuk Produk Usaha Atau Bisnismu, Silahkan Hubungi Team Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Hamil Tapi Tetap Berpuasa? Begini Caranya Mengatur Nutrisi

Tetap puasa saat hamil sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan. Yang penting sudah dikonsultasikan dengan dokter, dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Systematic Review 2014 menyebut, 60-90 persen ibu hamil di berbagai negara seperti Iran dan Amerika Serikat memutuskan untuk tetap berpuasa. Tentu saja, ibu hamil dan menyusui butuh persiapan yang benar-benar matang, sebab nutrisi yang diasupnya dibutuhkan pula oleh sang buah hati.

"Ketika sahur, ada baiknya untuk menyantap makanan yang berkuah dan karbohidrat kompleks. Jangan makanan yang manis, ini menyebabkan rasa cepat lapar karena mereka mudah diserap tubuh," tutur dr Dian Permatasari M.Gizi, SpGK dalam temu media di Aston Kuningan Suites, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menjelang imsya, dianjurkan pula untuk mengonsumsi cemilan sebagai tambahan nutrisi. Cemilan yang dipilih juga harus yang sehat, misalnya biskuit.

Demikian juga saat berbuka puasa, ibu hamil dan menyusui juga dianjurkan mengonsumsi makanan manis untuk mengembalikan cadangan gula yang hilang saat puasa. Sebaiknya, beri jeda untuk mengonsumsi makanan yang lebih berat.

Makanan berat bisa juga disantap selepas salat Tarawih. Namun pada malam hari, sebaiknya porsinya tidak berlebihan.

"Di waktu ini, Anda bisa memakan makanan seperti sandwich misalnya," kata dr Dian.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel DariTipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Layanan Iklan Promosi Untuk Produk Usaha Atau Bisnismu, Silahkan Hubungi Team Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Minggu, 04 Juni 2017

Infografis: Mengatur Kebutuhan Minum 8 Gelas Sehari Saat Puasa

Sepanjang hari, tubuh kehilangan banyak cairan baik melalui keringat dan urine maupun penguapan yang terjadi di permukaan kulit. Sedangkan saat berpuasa, asupan makan dan minum dibatasi. Bagaimana menghindari dehidrasi?

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Sama seperti hari biasa, asupan cairan saat berpuasa dianjurkan tidak kurang dari 2 liter dalam sehari. Volume tersebut kurang lebih setara dengan 8 gelas air putih. Jika melakukan aktivitas yang banyak menguras keringat, maka kebutuhan cairan bisa lebih tinggi.

Butuh strategi yang tepat untuk mengatur asupan cairan saat puasa, mengingat dalam saktu sekitar 12 jam seseorang tidak diperbolehkan makan dan minum. Begitupun saat sahur dan bebuka, minum air putih sekaligus dalam jumlah banyak juga tidak dianjurkan karena terbatasnya kapasitas lambung.

Ahli nutrisi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz, RD, MPH mengatakan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan saat berpuasa adalah dengan mencicil. Mulai sejak berbuka, sepanjang malam hingga saatnya makan sahur.

"Itu bisa dilakukan dengan minum 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat buka, dan 4 gelas di malam hari," katanya, seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Selain itu, konsumsi kopi dan teh sebaiknya juga dibatasi. Selain memiliki sifat asamnya yang bisa memicu perasaan tidak nyaman di perut bagi yang sensitif terhadap kafein, efek diuretik pada minuman tersebut juga menyebabkan seseorang jadi beser atau sering buang air kecil.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Official Resmi Blog kami :
{https://tipsperawatankecantikandankesehatan.blogspot.co.id/}

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Sabtu, 03 Juni 2017

Minuman Saat Sahur Kunci Lancarkan Puasa Si Kecil

Melatih anak berpuasa sejak dini merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh para orangtua. Pendidikan puasa bisa menjadi landasan dasar bagi anak memahami ajaran agama.
"Mengenalkan anak berpuasa sama pentingnya dengan mengenalkan anak pentingnya salat dan nilai agama lain. Sejak dini, anak seharusnya sudah mulai 'ditularkan', diarahkan, dibimbing, serta diberikan contoh mengenai perilaku berpuasa dan hikmah di balik kegiatan tersebut," jelas Irma Gustiana A, M.Psi., Psi., psikolog anak dan keluarga dari LPTUI.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Menurut Irma, mengenalkan puasa sejak dini tak harus menuntut anak untuk berpuasa seharian penuh.

"Semuanya didasarkan pada usia dan kemampuan anak masing-masing," ujar Irma.

Hal terpenting saat mulai mengajarkan anak berpuasa adalah membiasakannya untuk ikut sahur. Karena sahur adalah waktu untuk tubuh mempersiapkan cadangan nutrisi dan hidrasi yang diperlukan saat berpuasa.

70 persen berat badan anak-anak merupakan cairan yang tidak hanya terdiri dari air, namun juga ION. Selain itu anak-anak lebih cepat kehilangan cairan tubuh dibandingkan orang dewasa, sehingga ia rentan terkena dehidrasi atau kekurangan cairan.
Efek dari dehidrasi ini bisa membuat anak merasa pusing, sakit kepala, lemas dan tingkat konsentrasinya menurun. Ini tentunya akan mempengaruhi kemampuan belajarnya saat di sekolah.
Untuk mencegah hal tersebut terjadi, orang tua harus memperhatikan asupan nutrisi dan hidrasi yang dikonsumsi anak saat sahur. Tak hanya makanan, justru asupan cairan merupakan faktor penting untuk anak-anak saat berpuasa.

Bila anak senang mengonsumsi minuman manis seperti teh dan soda, sebaiknya hindari minuman tersebut saat sahur. Kedua minuman tersebut bersifat diuretik yang dapat mempercepat pengeluaran cairan dan membuat anak menjadi sering buang air kecil sehingga ia rentan dehidrasi.

Cairan tubuh tidak hanya terdiri dari air saja namun juga ION, karenanya minum air putih saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan. Lengkapi menu sahur dengan minuman yang komposisinya mirip dengan cairan tubuh dan cepat diserap seperti Pocari Sweat.

Sama seperti kaktus yang dapat menyimpan cairan lebih lama, ION dalam Pocari Sweat dapat mengikat cairan bertahan lebih lama di dalam tubuh sehingga mencegah dehidrasi dan membuat anak jadi tidak mudah merasa haus saat puasa.

Oleh sebab itu, pastikan setiap sahur untuk selalu memperhatikan asupan cairan yang dikonsumsi anak agar ia bisa belajar berpuasa dengan lancar tanpa dehidrasi.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Mau belanja aman dan terpercaya untuk produk kosmetik wajah dengan Kualitas terbaik?
Disini tempatnya...!

TokoPedia (https://www.tokopedia.com/drrochelles)
BukaLapak (https://www.bukalapak.com/drrochelleskinexpert01)
Shopee (shopee.co.id/drrochelles)

Kami menyediakan special promo untuk produk Dr Rochelle Skin Expert, Kezia Skin Expert, Gifi Skin Care.

Terima Kasih.

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Jumat, 02 Juni 2017

Ahli Gizi: Minum Air Putih Cukup Dua Gelas Saat Sahur

Makan sahur merupakan kesempatan untuk mengisi tubuh dengan bahan bakar, sebelum berpuasa seharian penuh. Tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah soal hidrasi atau kecukupan cairan tubuh.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Menjaga pola hidrasi saat puasa bisa dilakukan dengan minum cukup cairan yaitu 2 liter atau setara 8 gelas sehari. Mengingat kapasitas lambung terbatas, Mirza menyarankan jangan banyak minum sekaligus saat sahur, akan tetapi juga dicicil mulai sejak saat sahur hingga berbuka.

"Itu bisa dilakukan dengan minum 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat buka, dan 4 gelas di malam hari," kata Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz, RD, MPH.

Memilih minuman yang tepat, lanjut Mirza, juga perlu dilakukan saat sahur. Sebaiknya menghindari minum teh maupun kopi karena dapat meningkatkan produksi urin sehingga menaikkan frekuensi buang air kecil. Adapun yang dianjurkan adalah minuman isotonik, susu, dan air putih.

Menurutnya sahur sangat penting untuk memberikan energi yang cukup bagi tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Karenanya dia menghimbau umat muslim untuk tetap melaksanakan sahur agar tubuh tetap bisa beraktivitas normal dan tetap bugar.

"Sahur ini penting, kalau tidak sahur selain menyebabkan badan lemas dan kantuk juga bisa menyebabkan pingsan karenan kurang cairan. Sedangkan bagi orang dengan penyakit tertentu misalnya diabetes bisa mengalami syok," urai konsultan gizi atlet sepakbola di Asrama Atlet Remaja Ragunan Kemenpora ini.

Dia menambahkan olahraga yang disarankan adalah olahrga ringan seperti lari-lari kecil, sepeda statis, skipping, dan stretching. Olahraga dapat dilakukan selama 30 menit hingga satu jam menjelang waktu berbuka puasa, sehabis salat tarawih, dan sebelum sahur.

Untuk makan sahur, Mirza menjelaskan pola makan sehat seperti saat berbuka juga tetap berlaku saat bersantap sahur. Namun, di saat sahur asupan kalori perlu ditingkatkan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Contohnya, nasi, mi, spagheti, dan oat.

Namun, dari keempat sumber karbohidrat tersebut, oat sangat disarankan sebagai makanan untuk sahur diikuti nasi, spagheti, dan terakhir mie.

"Oat punya serat paling tinggi sehingga bisa bertahan lama di perut. Sementara mie rendah serat sehingga cepat terurai diperut karenanya hindari makan mie saat sahur," katanya.

Kamis, 01 Juni 2017

Cara Terbaik Berpuasa Ketika Sedang Menyusui

Menyusui merupakan proses alamiah yang secara tidak langsung telah mempererat ikatan batin antara anda dan bayi. Produksi air susu akan keluar setelah adanya rangsangan yang dikirim ke otak sehingga memicu timbulnya hormon prolaktin yang dapat merangsang sel-sel kelenjar payudara dalam proses produksi asi. Bukti penelitian menunjukan bahwa gizi terbaik didapatkan dari asi. Bahkann dengan susu formula mahal sekalipn gizi asi tidak akan terkalahkan. Ketika memasuki bulan ramadhan dan anda sedang menyusui, bolehkah berpuasa?

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Berpuasa pada ibu menyusui tidak menjadi keharusan karena agama islam memberikan kelonggaran untuk hal ini. Mengingat bayi masih rentan dengan beberapa masalah kesehatan sehingga yang terbaik adalah dengan menjaga kesehatan bayi melalui nutrisi ASI. Bayi yang masih di bawah enam bulan masih sangat tergantung dengan asi sehingga sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jika ingin berpuasa.

Berpuasa di bulan ramadhan selama tiga puluh hari merupakan kewajiban bagi setiap umat islam untuk dapat meningkatkan kerohaniannya. Bagi anda yang sedang memberikan asi ekslusif (dalam usia bayi 1-6 bulan) maka harus mempertimbangkan keputusan berpuasa dengan kesehatan anda dan bayi. Kami akan memberikan cara untuk ibu yang sedang menyusui untuk dapat memenuhi gizi bayi anda berikut penjelasannya :

1.  Usia dan Kesehatan Bayi

Dalam memutuskan untuk berpuasa selama bulan ramadhan sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sehingga mengetahui cara yang terbaik dalam menyikapi kondisi kesehatan anda dan bayi  selama berpuasa. Dalam usia dibawah 6 bulan bayi sangat tergantung sekali dengan asi yang merupakan asupan gizi utama. Anda dapat memutuskan untuk berpuasa ketika usia bayi anda memasuki 6 bulan atau lebih karena di masa ini bayi telah mendapatkan makanan pendamping asi (MPASI). Nutrisi yang diberikan melaui MPASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi anda sepanjang hari anda berpuasa.

2.  Perhatikan Kesehatan Anda

Kekhawatirkan berpuasa ketika anda sedang menyusui adalah kondisi badan yang cemas lemas dan dapat memperburuk keadaan kesehatan anda. Apalagi untuk anda yang mempunyai riwayat kesehatan seperti gangguan hormonal, hipertensi dan diabetes sehingga mempengaruhi kemampuan produksi asi. Sebaiknya anda melakukan pemeriksaan secara medis untuk memastikan anda dapat melakukan puasa ramadhan meskipun sedang menyusui. Dengan kondisi badan anda yang baik maka akan memperlancar proses menyusui meskipun sedang menyusui.

3.  Tambahkan Kalori Anda

Dalam keadaan normal ibu menyusui membutuhkan asupan nutrisi yang lebih tinggi dari biasanya. Hal ini dikarenakan bukan saja nutrisi untuk anda akan tetapi untuk bayi anda. Selain kebutuhan kalori yang harus anda penuhi lebih tinggi gizi yang diperlukan jauh lebih banyak ketimbang waktu hamil. Makanan yang seimbang mesti anda penuhi dengan nasi, lauk pauk, macam-macam sayuran dan buah. Hindari makanan yang pedas, banyak bumbu, makanan terlalu panas atau dingin sehingga pencernaan anda selama bulan puasa terjaga.Jangan lupa untuk minum sebanyak 8 gelas perhari.

4.  Merangsang Produksi Asi

Meskipun anda berpuasa produksi asi tidak akan berkurang terkecuali untuk anda yang sebelumnya mempunyai masalah dengan kelancaran asi, sehingga menjalankan puasa produksi asi tetap terjaga sesuai dengan permintaan bayi. Rangsangan produksi asi bukan karena isapan bayi melainkan karena ketersedian asi yang salah satunya bisa anda jaga dalam mengelola stress.

5.  Curi Istirahat

Bagi anda yang mempunyai aktifitas padat, luangkan waktu untuk beristirahat sehingga anda terhindar dari kelelahan dan stress. Gunakan waktu istirahat malam anda dengan berkualitas. Meskipun selama berpuasa anda dapat tidur dengan kualitas terbaik dalam memenuhi kebutuhan kesehatan anda. Hal ini berhubungan dengan kesehatan bayi anda selama bulan puasa.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Berminat Punya Toko Online dalam Format Fanpage Facebook? Segera Hubungi kami disini (https://www.facebook.com/KiellaDigitalAdv/)

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Tips Menyusui Selama Puasa

Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim, termasuk juga ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu dan membayar fidyah. Pada saat Ramadhan, kita rata - rata berpuasa 14 jam, dan tubuh masih dapat mengkompensasi kekurangan saat berpuasa tersebut pada saat berbuka sampai dengan waktu sahur.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI nya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktifitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat, sebab tidak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok kebutuhan produksi ASI yang lengkap.

Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa atau tidak berpuasa. Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap

Bila memutuskan untuk menjalankan puasa Ramadhan, mungkin tips berikut dapat bermanfaat:

Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.

Perbanyak konsumsi cairan

mulai dari berbuka hingga sahur. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, air madu dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Tetap tenang dan percaya diri

Ibu hendaknya tetap tenang beribadah dan percaya diri terus menyusui, jangan merasa khawatir ASInya akan berkurang, sebab rasa cemas tersebut justru akan menghalangi kerja hormon Oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga akan nampak seolah-olah ASI ibu berkurang. Ingatlah bahwa menyusui pun juga ibadah.

Meminum madu, kurma dan habbtussauda

Dengan meminum madu, kurma dan habbatussauda, diharapkan kuantitas dan kualitas ASI tetap terjaga, karena madu, kurma dan habbatussauda merupakan vitamin alami dan komposisinya lengkap.

Ibu bekerja

Jika ibu bekerja, sebaiknya tetap memerah ASI di tempat kerja, karena jika ASI tidak dikeluarkan maka produksi ASI akan menurun.   Bila ibu memiliki aktifitas yang cukup tinggi selama Ramadhan, mungkin perlu dipertimbangkan untuk tidak berpuasa bila si kecil masih menyusu, sebab dalam agama Islam pun ada keringanan bagi ibu yang menyusui.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Tipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Berminat Punya Toko Online dalam Format Fanpage Facebook? Segera Hubungi kami disini (https://www.facebook.com/KiellaDigitalAdv/)

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Rabu, 31 Mei 2017

Manfaat Sehat Makan Buah Kurma Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Di bulan Ramadan, kurma menjadi salah satu asupan populer yang banyak diminati. Buah ini kerap menjadi menu 'wajib' untuk sahur dan berbuka puasa.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Menurut Dr dr Samuel Oetoro, MS, SpGK dari MRCCC Siloam Hospital Semanggi, kurma memang baik dikonsumsi saat berpuasa karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Termasuk dalam bahan makanan sumber karbohidrat, kurma mengandung glukosa, fruktosa dan sukrosa.

"Fruktosa di dalam tubuh untuk digunakan oleh sel tidak membutuhkan hormon insulin. Dengan kata lain, kalau kita makan fruktosa gula yang ada itu bisa langsung masuk ke dalam sel, jadi bisa digunakan sebagai energi," tutur dr Samuel kepada detikHealth.

Selain memberikan rasa kenyang lebih lama dan menyehatkan saluran cerna, konsumsi kurma juga baik dikonsumsi saat berpuasa karena membantu menaikkan kadar gula darah. Saat seharian tidak mengonsumsi apapun, kadar gula darah bisa dipastikan akan rendah, nah konsumsi kurma saat berbuka bisa membantu mengembalikan kadar gula darah tubuh.

Selain utamanya mengandung karbohidrat, kurma juga mengandung sedikit protein, mineral seperti zinc, selenium serta antioksidan. "Jadi supaya tidak lemas bisa makan kurma saat berbuka. Juga saat sahur, bisa dimakan sebagai cadangan energi," imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, DR dr Saptawati Bardosono, SpGK, MSc atau yang akrab disapa dr Tati. Ia membenarkan bahwa kurma sangat baik dikonsumsi saat berpuasa.

"Selama ini kurma kan memang sering dimanfaatkan sebagai makanan ya, khususnya pada bulan puasa. Saat berbuka misalnya, sebab kandungan karbohidrat pada kurma dapat segera menormalkan kadar gula darah," ujar dr Tati.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Kunjungi Toko Online Kami Disini (https://www.facebook.com/Tipsperawatankecantikandankesehatan/shop/?rt=19). Note: Silahkan lakukan pembelian secara COD/Ketemuan untuk menghindari penipuan dalam bentuk apapun!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)