Kamis, 16 Maret 2017

SERING DISINGGUNG SOAL RENCANA MENIKAH SAAT KUMPUL KELUARGA KAMU NGGAK SENDIRIAN

Saat lLebaran ada beberapa hal yang nggak mungkin dihindari, mulai dari makanan berlemak, kue-kue kering yang menggoda, minuman manis, obrolan seru bareng keluarga dan sejumlah pertanyaan ‘kejutan’ yang biasanya dilontarkan anggota keluarga lain.
Sponsor: cream pemutih wajah

Yang terakhir tadi, apakah seringkali kamu alami saat acara kumpul keluarga di gelar,? Well, kamu nggak sendirian, kok!
Pertanyaan ‘kejutan’ tadi biasanya dilontarkan sesaat setelah kamu bertegur sapa atau bersalaman.

Yang melontarkan bisa siapa saja, mulai dari saudara tertua yang terbilang dekat atau malah jauh.

Ada beberapa pertanyaan yang (seolah) wajib dijawab mulai dari “Kapan menikah?,” buat yang masih single, “Kapan kasih adik buat Si Kakak?,” bagi yang telah menikah, dan seterusnya.

Bagi beberapa orang, acara kumpul keluarga menjadi beban tersendiri karena harus mempersiapkan jawaban yang pas.

Pas dalam artian nggak memberikan celah buat pertanyaan berikutnya sehingga obrolan sensitif tadi nggak memanjang.

Susan, seorang editor surat kabar misalnya, ia mengaku selalu disinggung soal pernikahan.

Maklum ia dan Sang Pacar sudah empat tahun menjalin hubungan namun belum siap melaju ke jenjang berikutnya.

“Paling risih kalau disindir begini, ‘Nggak bosan pacaran?’ atau ‘Segeralah menikah karena menikah itu ibadah’.

Duh, orang memang gampang kasih nasihat kenyataannya menjalani pernikahan itu, kan, nggak mudah,” ungkap Susan.

“Kalau memang belum siap kenapa harus dipaksa.
Toh, menikah untuk bahagia bukan sengsara,” tambahnya.
Beruntung Susan mengaku kalau ia tipe orang yang suka berdebat.
Jadi, bila memang ada yang menyinggungnya, ia nggak ragu untuk menimpali. “Yang menikah saja bisa bosan apalagi hanya pacaran, itu biasanya jadi jawaban andalan aku.

Atau aku biasanya suruh dia tanya sama Tuhan kapan jadwal aku menikah. Ha ha ha,” celetuknya sambil tertawa.

Selain Susan, Icha, seorang promotion manager, juga tertimpa pertanyaan yang sama. Pertanyaan, ‘Jadi, kapan nih? Sudah lama kita nggak pakai seragam’ biasanya sering disinggung saat kumpul keluarga.

Bedanya, ia punya strategi sendiri buat menghindar. “Aku biasanya langsung pura-pura ambil barang di tempat lain atau nggak menunjuk sepupu yang juga nasibnya sama (belum menikah). Ha ha ha.
Jadi, bukan aku saja yang kena ‘getahnya’,” seru Icha.

Sama halnya dengan Icha, Almira, jurnalis majalah, juga sering disinggung soal pasangan.

‘Pacarnya, mana?’ seringkali jadi pembuka obrolan.
Seolah hanya pertanyaan tadi yang bisa mencairkan suasana.
Menurut Almira kalau pertanyaan tadi dilontarkan oleh om atau tante, kemungkinan besar ia mengalihkan topik atau tersenyum manis.
Tapi, “Kalau ditanya sama eyang atau mbah, aku hanya bisa mengangguk saja. Ha ha ha,” tuturnya.

Ternyata, bukan hanya soal pernikahan atau pasangan yang sering disinggung tapi soal pekerjaan juga, lho! Devi, pekerja kantoran, merasa paling bosan bila disinggung soal pekerjaan.

Pertanyaan standar yang biasa dikeluarkan adalah ‘Kerja di mana sekarang?’ atau ‘Kok, pindah kerja lagi?’.

Mungkin kamu juga sering berada di situasi membosankan ini? Nah, Devi punya jurus buat menjawab sekenanya dan langsung menyibukkan diri ke dapur.

Oh, ada satu pertanyaan lagi yang nggak mungkin luput di telinga nih, yaitu soal penampilan.

Pernah dapat pertanyaan, “Wah, sekarang bertambah gemuk, ya?”. Ade, editor sebuah tabloid, yang telah mengalami perubahan bentuk badan usai menikah sering sekali kena pertanyaan mengganggu tadi.
Bagaimana nggak bikin jengkel, permasalahannya bagi perempuan bentuk tubuh jadi hal yang sensitif. Bukan begitu? Ade sendiri sudah mempersiapkan jawaban, “Nggak apa-apa gemuk yang penting bahagia!,” tuturnya.

Bila Ade terdengar sedikit kesal disindir soal tampilan tubuh, Puput, seorang art director, justru santai saja menanggapi.

“Yang paling standar jawab, ‘Kemarin sudah sempat turun tapi naik lagi’,” ungkapnya. Menurut Puput momen Lebaran nggak seharusnya  jadi beban.

“Jangan jadikan pertanyaan-pertanyaan tadi itu mengganggu jalannya silaturahim.

Kalau silaturahmi berjalan baik, Insya Allah hal-hal baik akan juga datang di hidup kita,” tambahnya dengan nada bijak.
Yup,  Kami setuju dengan pendapat Puput.

Apapun pertanyaan yang sampai di telinga kamu nanti, jangan sampai merusak esensi bersilaturahim saat Lebaran, yaitu menjaga hubungan baik dengan kerabat.

Selamat berkumpul keluarga!

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Tipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Berminat Punya Toko Online dalam Format Fanpage Facebook? Segera Hubungi kami disini (https://goo.gl/T5nwn6)

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

0 komentar:

Posting Komentar