Minggu, 27 November 2016

Hati-hati, 7 deretan penyakit ini rawan salah diagnosis

Saat tubuh mengalami nyeri yang aneh, masalah pencernaan yang serius, atau gejala yang tidak jelas dan kritis lainnya menyerang kita, kita pastinya berharap bahwa pertolongan dokter dapat memecahkan masalah tersebut. Tetapi terkadang, dokter mengalami sedikit kesulitan untuk mengidentifikasi gangguan dan dan kondisi tertentu dari pasien.
Menurut seorang Profesor kedokteran di University of Missouri, David Fleming, MD mengatakan bahwa terkadang dokter mengalami banyak kesulitan saat mengindentifikasi gejala yang bervariasi dan tidak spesifik dari pasien. Selain itu banyak tes diagnostik yang cukup merogoh kantong untuk melakukannya.

Hal ini juga yang menyebabkan tes diagnostik yang spesifik jarang sekali dilakukan pasien. Dalam dunia kedokteran setidaknya 7 penyakit ini adalah penyakit yang dikategorikan sebagai penyakit yang rawan untuk salah diagnosis.

1.Multiple sclerosis
Ini adalah penyakit autoimmun yang terjadi ketika sistem kekebalan justru menyerang sel-sel saraf dalam tubuh dan mengakibatkan terganggunya komunikasi yang terjalin antara otak dan seluruh tubuh. Gejala awal yang dimunculkan oleh Multiple Sclerosis (MS) adalah tubuh seperti mati rasa, lemah, kesemutan di sebagian atau hampir seluruh tubuh.

Tetapi, gejala ini tidak selalu dimunculkan, tergantung pada jumlah dan lokasi lesi di otak. Lesi adalah istilah kedokteran yang digunakan untuk menjelaskan kondisi di mana terganggunya fungsi jaringan karena penyakit atau cedera. Gejala yang dimunculkan pada setiap orang berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan kondisi yang dialami seseorang.

Setelah dokter menyatakan seseorang terkena MS, cobalah untuk menekan tulang belakang. Untuk hasil yang lebih meyakinkan, kamu bisa melakukan tes MRI. Tes MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah alat pemindai yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan struktur dan organ dalam tubuh.

2.Lupus
Lupus adalah salah satu penyakit inflamasi kronis yang ditandai dengan gejala ruam berbentuk kupu-kupu di pipi pasien. Walaupun gejala ini juga dimunculkan pada semua pasien penderita lupus. Bagi para penderita yang tidak memunculkan ruam, proses diagnosis dapat berjalan sulit dan panjang. Lupus dapat muncul dengan gejala yang berbeda seperti gangguan pada sendi, ginjal, otak, kulit dan paru-paru. Lupus juga bisa memunculkan banyak variasi gejala yang berbeda.

Satu-satunya cara yang tepat untuk mendiagnosis lupus adalah dengan melakukan tes darah dan urin beserta pemeriksaan fisik lengkap.Pengobatan yang diberikan juga sesuai dengan gejala yang munculkan pada pasien. Obat serta pemberian dosis juga disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.

3.Endrometriosis
Banyak wanita sehat sering berurusan dengan nyeri haid yang menyebabkan tubuh merasa sangat tidak nyaman. Tidak heran jika endometriosis sering salah didiagnosis. Endrometriosis adalah kondisi di mana jaringan rahim tumbuh di luar rahim.

Wanita yang mengalami ini seringkali mengeluhkan nyeri panggul, kram, dan pendarahan berat yang jauh lebih dari biasanya dan kian hari semakin memburuk. Pemeriksaan yang detail pada area panggul sangat dibutuhkan untuk mendeteksi jaringan endometrium. Dalam kasus lain, USG atau laparoskopi diperlukan untuk diagnosis yang tepat.

4.Radang usus buntu
Kita selalu berpikir bahwa radang usus buntu adalah penyakit yang mudah untuk diidentifikasi dan didiagnosis. Gejala radang usus buntu yang khas seperti mual, rasa sakit dan nyeri di sekitar pusar, dan mungkin juga mengalami demam ringan. Ternyata, gejala radang usus buntu tidak selalu ditunjukkan oleh gejala tersebut.

Beberapa orang bahkan mengalami gejala yang tidak pasti dengan naik-turunnya kondisi tubuh. Ini menyebabkan gejala yang muncul justru pada lokasi yang berbeda (tidak pada area perut). Orang terkadang mengalami rasa sakit yang luar biasa, namun bisa hilang dengan mudah.

Hal ini yang membuat orang merasa dirinya berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Dalam kondisi ini, cairan usus dapat meresap ke dalam kategori perut dan berpotensi mengalami infeksi yang dapat mengancam keselamatan nyawa.

5.Migrain
Migrain biasanya ditandai dengan denyutan intens yang ada di kepala yang terkadang disertai mual, muntah, atau sensistifitas pada cahaya dan suara. Dr. Flemingh mengatakan bahwa sebagian orang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya mengalami migrain.

Dalam beberapa kasus, gejala migrain yang parah dapat menyebabkan seseorang mengalami kelumpuhan, dan dalam beberapa kasus gejala migrain muncul dengan sangat halus. Pasien dapat merasakan pusing, atau hanya mengalami ketidaknyamanan yang samar di kepala. Sebagian besar orang akan menanganinya dengan pengobatan yang tidak tepat.

6.Diabetes
Diabetes tipe dua tidak dapat dibiarkan mengendap lama dalam tubuh karena dapat menyebabkan kerusakan organ utama tubuh. Dr. Fleming menjelaskan bahwa sebelum gejala diabetes berkembang, seseorang bisa terserang diabetes tanpa menyadarinya. Sebagian besar orang memiliki kadar gula darah yang tinggi dan memilih untuk tidak memeriksakan ke dokter secara teratur.

Ini juga berkaitan dengan ketidaktahuan para penderita akan diabetes yang mereka alami. Biasanya, mereka akan menyadarinya setelah muncul gejala yang parah. Gejala parah yang dimunculkan seperti kaki dan tangan seakan telah mati rasa. Untuk memudahkan identifikasi, gejala awal yang dimunculkan diabetes seperti peningkatan rasa haus dan lapar, sering buang air kecil, penurunan berat badan secara tiba-tiba dan kelelahan.

7.Radang usus
Ada dua jenis utama penyakit inflamasi usus atau radang usus, yaitu Crohn dan kolitis ulserativa. Keduanya menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan, nyeri, diare, dan bahkan mungkin kekurangan gizi. Saat seorang pasien datang dengan nyeri perut yang parah, dokter mungkin akan berpikir bahwa masalah disebabkan oleh kantung empedu.

Jika pasien datang dengan mencret, maka dugaan awal mengarah pada infeksi. Sehingga untuk mendapatkan diagnosa yang tepat, sangat diperlukan untuk melakukan tes darah, dan bahkan tes MRI. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kemungkinan lain dari gejala yang dimunculkan oleh si pasien. Dengan diagnosis yang tepat pengobatan juga dapat dilakukan dengan lebih mudah.

0 komentar:

Posting Komentar