Rabu, 08 Februari 2017

Gaya Hidup Sehat Ibu Hamil

Peringatan umum bagi wanita hamil adalah bahaya dari alkohol, rokok dan keju yang belum melewati proses pasteurisasi memiliki konsekuensi serius bagi pertumbuhan dan perkembangan calon bayi mereka.namun sebenarnya masih ada hal lain yang perlu diperhatikan. Ada banyak hal yang harus diatur dengan benar, atau akan menimbulkan masalah.

Menjaga berat badan saat hamil
Obesitas wanita hamil meningkatkan resiko seorang wanita terkena diabetes gestasional atau persalinan premature, disertai dengan resiko obesitas dan diabetes pada calon bayi. Penelitian terbaru juga telah menemukan kaitan antara berat badan wanita saat hamil dengan resiko anak terkena asma.
Sebuah studi yang dipublish Januari 2013 lalu menemukan bahwa sekitar 12% dari 1.100 anak yang lahir dari ibu obesitas telah sering mengalami pernafasan berbunyi (mengi/bengek) pada usia 14 bulan, dibandingkan dengan kurang dari 4% anak yang lahir dari ibu dengan berat badan normal.
Dr Jennifer Wu, seorang OB-GYN di Lenox Hill Hospital New York mengatakan bahwa olahraga teratur dapat membantu. Bahkan jika ibu tidak aktif berolahraga sebelum hamil, mereka harus berusaha untuk berjalan, setidaknya selama 20 menit, empat kali seminggu.

Kurangi minum kopi
Dokter dan peneliti telah mengetahui bahwa asupan kafein yang tinggi selama kehamilan dapat membahayakan janin, tapi mengenai seberapa banyak kafein dapat membahayakan telah menjadi subyek dari banyak perdebatan.
The American College of Obstetricians dan Gynecologists menyarankan bahwa wanita hamil harus membatasi diri maksimal 200 miligram kafein setiap hari, setara dengan dua cangkir kopi. Jadi, apabila Anda memang harus minum kopi, usahakan kurang dari 6 ons perhari. Itu berarti setengah dari gelas Starbucks ukuran tall.
Hindari menjadi perokok pasif
Hidup di “lingkungan rokok” telah lama dikaitkan dengan asma dan masalah pernapasan pada anak. Tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa paparan asap rokok saat bayi masih berada di rahim dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Pil antidepresan
Menurut studi terbaru, meminum obat antidepresan saat hamil memiliki dampak permanen pada janin yang sedang berkembang. Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI), yang terkandung pada obat antidepresan tertentu, selama kehamilan dapat dikaitkan dengan resiko tinggi keguguran, cacat lahir, kelahiran premature dan masalah perilaku, termasuk autisme.
Kondisi kesehatan mental, yang umumnya bisa diraih dengan antidepresan, memang penting pada masa kehamilan. Cara ideal adalah melalui konseling, bukan obat-obatan. Tetapi apabila memang Anda membutuhkan obat antidepresan, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi.

Perhatikan level Vitamin D
Terdapat bukti-bukti yang terus berkembang bahwa rendahnya level vitamin D saat kehamilan dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi ibu dan anak. Lebih dari 30 penelitian menunjukkan kaitan antara rendahnya level vitamin D dengan peningkatan resiko diabetes gestasional, berat lahir rendah dan pre-eklampsia.

Perhatikan daging yang Anda beli
Listeriosis adalah penyakit akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung bakteri Listeria. Tercatat bahwa resiko terkena listeriosis selama kehamilan tergolong kecil, namun akibatnya sangat mematikan. Infeksi Listeria dapat menyebabkan kelahiran prematur, infeksi pada bayi dan bahkan kematian janin.
Segala macam daging olahan, contoh sosis, dapat terkontaminasi listeria sebelum mereka dikemas. Dr Melissa Goist, seorang OB-GYN di University Wexner Medical Center Ohio State menyarankan semua daging olahan harus melalui proses pemanasan sekitar 150 derajat sebelum dikonsumsi, baik menggunakan microwave maupun dimasak.

Menjaga diri dari Polusi udara
Sebuah studi internasional menyatakan bahwa menghirup polusi udara yang diakibatkan oleh lalu lintas, industri dan bahkan debu selama kehamilan dapat meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan rendah.
Wanita tidak selalu bisa mengubah dimana mereka tinggal atau bekerja, namun hal simple seperti menghindari jam sibuk lalu lintas dapat membantu. Satu lagi studi menemukan bahwa meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran selama masa kehamilan dapat membantu melindungi Anda dari efek polusi udara.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

Related Posts:

  • Kuteks Berbahaya untuk Tubuh, Benarkah Memakai cat kuku atau kuteks memang menyenangkan untuk setiap perempuan, sebab selain memberi warna pada penampilan, sekaligus dapat membuat kuku terlihat cantik juga. Malah terkadang, frekuensi pergantian warnakuteks dan k… Read More
  • Suntik Kromosom Untuk Kulit Lebih Putih Sebagian wanita tentunya ingin tampil cantik dengan kulit putih, bersinar dan cerah. Oleh karenanya, banyak produk dan perawatan yang ditawarkan dimana mampu menjadikan kulit semakin putih bersinar. Salah satu perawatan ter… Read More
  • Manfaat Si Merah Bagi Kesehatan Bagi ibu-ibu rumah tangga bawang merah tentunya sudah tidak asing lagi. Terlebih bagi mereka yang sering berwisata kuliner, bawang merah seakan tidak pernah lepas dari setiap masakan. Tahukah Anda bahwa bawang merah semakin… Read More
  • 5 Warna Produk Bibir yang Wajib Dimiliki Wanita Setiap wanita, bahkan bagi mereka yang tidak suka memakai makeup, pasti mempunyai paling tidak satu produk bibir di tas atau meja riasnya. Entah itu lipstik, lip gloss, lip balm, atau lip tint, wanita pasti akan memulaskan… Read More
  • Cara Mengendalikan Penyakit Diabetes Melitus Indonesia ternyata merupakan salah satu negara di Asia yang memiliki penderita diabetes (sering disebut dengan penyakit kencing manis), bahkan menempati urutan ke-empat di Asia pada tahun 2013 dan nomer tujuh di dunia (terd… Read More

0 komentar:

Posting Komentar