Senin, 05 Desember 2016

Siapa bilang camilan selama persalinan tidak baik? Ini buktinya!

Penelitian baru yang datang dari Kanada menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan ringan selama persalinan bisa menjadi ide yang baik bagi para wanita sehat. Berdasarkan pada pandangan sebelumnya, para wanita disarankan untuk menghindari makanan ringan selama masa persalinan. Hal ini karena dikhawatirkan kemungkinan mereka menghirup makanan atau cairan ke dalam paru-paru mereka. Kondisi ini dikenal dengan istilah aspirasi, yang tidak jarang dapat menyebabkan pneumonia.
Christopher Harty, seorang mahasiswa kedokteran di Memorial University, St. Johns, Newfoundland mengatakan bahwa penelitian yang dilakukannya mencatat bahwa kemajuan medis sekarang telah membuat larangan tersebut dapat diabaikan. Menurut mereka aspirasi selama persalinan sangat langka. Risiko aspirasi yang rendah diperkirakan terjadi karena adanya kemajuan dalam perawatan anastesi seperti peningkatan penggunaan epidural dan spinal blok.

Dalam studi baru tersebut, Harty dan timnya meninjau 385 penelitian yang diterbitkan sejak tahun 1990. Mereka menyimpulkan bahwa menghindari makanan dan cairan selama persalinan mungkin tidak diperlukan lagi saat ini. Ahli anestesi dan dokter kandungan harus bekerjasama untuk menilai setiap pasien secara individual. Para dokter bisa membantu menentukan para wanita yang memiliki kemungkinan aspirasi rendah dapat diperbolehkan untuk menikmati makanan ringan selama persalinan. Hal ini juga sebagai antisipasi agar para ibu bersalin tidak kekurangan kalori paska melahirkan.

Para ahli kesehatan juga mendukung pendapat tersebut, tetapi dengan catatan bahwa identifikasi kondisi pasien pada kemungkinan risiko aspirasi adalah kunci utamanya. Dr. Anthony Vintzileos, yang merupakan ketua kebidanan dan ginekologi mengatakan bahwa sebuah makanan ringan selama persalinan mungkin bermanfaat bagi kebanyakan wanita hamil dengan risiko aspirasi, terutama bagi mereka yang ingin mengontrol rasa sakit.

Penting untuk mendapatkan penilaian dari dokter anastesi dan dokter kandungan untuk menentukan seseorang boleh mengonsumsi makanan ringan selama persalinan atau tidak.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare, Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

Related Posts:

  • Tips Mencegah Bayi Lahir Prematur Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan dengan berat badan kurang dari 1 kilogram. Sebagian besar orangtua tentu tidak mau anaknya terlahir prematur.Bayi prematur cenderung akan … Read More
  • Kesemek, si oranye yang penuh nutrisi Pernah makan buah kesemek? Berasal dari China, buah eksotis ini cukup mudah ditemukan di Indonesia. Nah, bagi Anda yang suka makan kesemek, berikut adalah lima manfaat buah berwarna oranye tersebut untuk tubuh, seperti dila… Read More
  • 6 Jenis teh herbal ini diciptakan khusus untuk pria Dibandingkan dengan wanita, pria pasti lebih suka minum kopi daripada teh. Padahal kopi tinggi akan kandungan kafein di dalamnya dan jika terlalu banyak bisa memberikan dampak negatif untuk kesehatan seperti perasaan selalu… Read More
  • 5 Alasan Mengapa ASI Eksklusif Kaya Nutrisi ASI adalah makanan yang paling tepat bagi bayi baru lahir. Di saat-saat awal kehidupannya di dunia ini, bayi perlu banyak belajar menyusu dari ibunya, begitu pula ibu yang baru melahirkan pertama kali perlu banyak belajar t… Read More
  • 7 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Hamil Masa kehamilan adalah masa-masa yang sangat mendebarkan bagi para wanita. Pada waktu inilah para ibu muda untuk pertama kalinya akan merasakan bagaimana rasanya mengandung jabang bayi selama sembilan bulan, saat proses mela… Read More

0 komentar:

Posting Komentar