Jumat, 14 Oktober 2016

Bahaya Gunakan Minyak Goreng Berulang-ulang

Sejumlah ibu rumah tangga masih banyak yang menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang. Mereka sengaja menggunakan minyak goreng bekas tersebut dengan alasan untuk berhemat. Apakah kebiasaan tersebut sehat?
Dokter spesialis penyakit dalam dan diabetes Universitas Sumatera Utara, dr Dharma Lindarto SpPD-KEMD mengatakan bahwa penggunaan minyak secara berulang-ulang itu tidak sehat.

Menurutnya, minyak bekas bisa memunculkan penyakit dalam tubuh.
Dokter Dharma menjelaskan bahwa kualitas minyak akan terus berubah seiring dengan pemakaiannya. Jika terlalu sering dipakai, maka minyak akan terus mengalami penurunan kualitas dan semakin berbahaya untuk tubuh.

Berikut beberapa penyakit yang bisa muncul akibat pemakaian minyak goreng yang berulang-ulang tersebut:

1. Penyakit kolesterol
Minyak yang digunakan secara berulang-ulang akan mengalami perubahan warna kuning bercampur hitam dan terdapat sisa-sisa atau serbuk penggorengan. Hal inilah yang dinilai dokter Dharma bisa menyebabkan penyakit kolesterol tinggi.

“Pemakaian minyak goreng berulang kali tersebut dapat menimbulkan kolesterol dan penyakit lainnya,” jelas dokter Dharma.

2. Penyakit kanker
Minyak yang telah dipakai menggoreng sebanyak tiga kali akan menjadi cairan yang mengandung racun bentonit. Racun tersebut bisa memicu timbulnya berbagai jenis penyakit kanker yang berbahaya untuk tubuh manusia.

Para peneliti bahkan menemukan minyak goreng yang sudah dipakai berulang kali akan melepaskan racun aldehida yang mencemari udara. Jika terhirup oleh manusia, aldehida bisa menyebabkan kanker.

Karena itu, dokter Dharma pun mengimbau agar masyarakat merubah kebiasaan memakai minyak goreng secara berulang. Gunakan minyak goreng maksimal hanya untuk 3 kali penggorengan.

“Kalau minyak goreng telah digunakan sebanyak tiga kali, jangan lagi dipakai dan harus diganti dengan minyak goreng yang baru,” kata dokter Dharma

***
Dapatkan produk kecantikan terbaik untuk wajah menggunakan DR Rochelle Skin Expert.

0 komentar:

Posting Komentar