Mewarnai rambut sudah menjadi salah satu cara untuk tampil cantik bagi sejumlah wanita. Sebagai mahkota para wanita, rambut tentunya menjadi salah satu faktor kecantikan. Tak heran banyak yang mewarnai rambut mereka agar terlihat cantik.
Saat ini banyak sekali wanita yang memilih untuk mewarnai rambutnya. Ada yang mewarnai rambut karena ingin tampil lebih cantik, namun ada juga yang mewarnai rambut hanya untuk menutupi masalah rambut yang mulai beruban.
Apakah Anda juga suka mewarnai rambut? Jika iya, sebaiknya Anda ketahui dulu risiko atau efek buruk yang bisa saja terjadi akibat mewarnai rambut. Seperti yang diungkap Mag For Women, sedikitnya ada 7 risiko dari mewarnai rambut.
Berikut penjelasannya:
1. Bisa menimbulkan alergi
Beberapa produk pewarna rambut ternyata bisa memunculkan reaksi alergi pada tubuh Anda. Hal ini karena biasanya pewarna rambut mengandung bahan kimia tertentu yang bisa memicu alergi pada orang tertentu. Pastikan Anda sudah melakukan tes terlebih dulu sebelum memakainya.
2. Menyebabkan iritasi kulit
Produk pewarna rambut yang beredar di pasaran, ternyata ada yang berisiko menyebabkan iritasi pada kulit kepala. Biasanya efek yang muncul adalah kulit terasa gatal, luka, dan muncul sensasi terbakar di kulit kepala. Ada juga pewarna rambut yang bisa menyebabkan iritasi dan kemerahan di mata.
3. Gangguan hormonal
Beberapa produk pewarna rambut kimia ternyata mengandung etoksilat alkylphenol (APE), yang ditemukan di spermisida dan pestisida. Bahan kimia tersebut berisiko dapat memicu gangguan hormonal dalam tubuh di pengguna.
4. Kanker payudara
Bahan para-phenylenediamine (PPED) yang terkandung di sebagian besar produk pewarna rambut kimia, ternyata bisa memicu munculnya penyakit kanker payudara. Senyawa ini bisa menjadi karsinoenik pada payudara.
5. Kanker pada anak
Seorang wanita yang menggunakan pewarna rambut sesaat sebelum pembuahan atau selama kehamilan, kemungkinan anaknya terkena kanker 10 kali lebih besar. Jadi, sebaiknya Anda hindari memakai pewarna rambut jika akan atau selama hamil.
6. Penyakit hodgkins
Menurut sebuah penelitian, penggunaan rutin pewarna rambut kimia berisiko menyebabkan penyakit Hodgkins. Penyakit Hodgkins sendiri merupakan jenis lain dari kanker getah bening, dan multiple myeloma.
7. Penyakit limfoma
Mereka yang sering memakai pewarna rambut kimia lebih berisiko terkena limfoma non-Hodgkin, kanker yang menyerang sistem limfatik, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Kegiatan mewarnai rambut memang terlihat sederhana. Namun Anda tidak boleh memilih produk pewarna rambut sembarangan. Pastikan pewarna rambut yang Anda pilih itu aman dan sudah teruji oleh para ahli. Semoga bermanfaat!!
Minggu, 09 Oktober 2016
Home »
Serba-Serbi
» 7 Bahaya yang Bisa Muncul Akibat Mewarnai Rambut
7 Bahaya yang Bisa Muncul Akibat Mewarnai Rambut
Related Posts:
Ternyata espresso ampuh bantu kecilkan ukuran payudara! Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ternyata espresso dapat membantu mengurangi ukuran payudara pada wanita. Ada sekitar 300 wanita yang berpartispasi dalam penelitian ini. Jangan salah, ini adalah cara alami yang… Read More
Saat sedang menstruasi wanita dilarang mandi air dingin, benarkah? Wanita dan siklus menstruasi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Menstruasi yang pasti datang setiap bulan ini bisa membuat wanita kesakitan karena nyeri. Belum lagi dengan mood swing, perut kembung, dan serangkaian … Read More
Tak hanya dari susu sapi, yogurt susu kedelai juga tak kalah sehat Yogurt adalah makanan sehat yang basisnya terbuat dari susu yang difermentasikan. Kandungan bakteri probiotik di dalamnya mampu membersihkan pencernaan Anda sehingga pencernaan pun menjadi lebih sehat. Jika pencernaan Anda … Read More
Begini caranya memastikan anak jauh dari seks bebas dan narkoba Ingin anak bermental sehat dan jauh dari perilaku negatif? Luangkan waktu yang berkualitas bersama mereka. Sesederhana itu? Ya! Berbagai jurnal ilmiah dan institusi akademik yang mendalami tumbuh kembang anak menyebutkan de… Read More
Benarkah kentang lebih sehat daripada nasi? Sebagai orang Indonesia, tentulah makanan pokok yang kita konsumsi setiap harinya adalah beras yang dimasak menjadi nasi. Namun, terdapat alternatif selain nasi yang sudah mulai dikonsumsi secara lebih rutin juga, seperti k… Read More
0 komentar:
Posting Komentar