Tips Perawatan Kecantikan Dan Kesehatan

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Seputar Kecantikan Wajah

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Seputar Kesehatan Tubuh

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Relationship

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Serba-Serbi

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Senin, 12 Juni 2017

Ingin Kulit Makin Cantik? Lakukan Rutinitas Ini di Pagi Hari

Mendapatkan kulit wajah cantik memang membutuhkan perawatan ekstra. Selain faktor makanan dan gaya hidup yang sehat juga dibantu dengan perawatan dari luar. Hampir semua wanita tahu bahwa perawatan pada malam hari sangat penting dilakukan. Hal ini untuk mengatasi masalah kulit sebelum masa regeneratif di mulai. Namun ternyata, perawatan di pagi hari tidak kalah pentingnya. Dilansir dari TheEveryGirl, Rutinitas di pagi hari ini akan membantu menjaga keremajaan kulit Anda.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Cleansing Oil

Hal yang wajib dilakukan di pagi hari adalah memberikan pijatan lembut pada wajah dan leher dengan menggunakan cleansing oil. Kegiatan ini mampu melancarkan sirkulasi darah sekaligus melembapkan kulit.

Water Based Cleanser

Pilihlah produk yang sesuai dengan kulit wajah agar tidak menimbulkan iritasi dan kemerahan. Cuci wajah menggunakan air bersih dan aplikasikan produk pembersih wajah hingga berbusa. Tunggu beberapa menit dan bilas dengan air dingin.

Toner

Toner sangat membantu menyeimbangkan pH pada kulit, sehingga sangat baik untuk melembapkan kulit sebelum mengaplikasikan makeup.

Serum

Pilihlah serum yang kaya akan antioksidan, sehingga mampu melawan radikal bebas seperti asap kendaraan dan debu. Bagian wajah yang sangat menjadi perhatian adalah area sekitar bawah mata. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kerutan halus pada area tersebut.

Pelembap

Usapkan pelembap sebelum Anda mengaplikasikan makeup pada wajah. Cukup oleskan secara tipis pada wajah dan diamkan beberapa detik hingga menyerap ke dalam lapisan kulit wajah.

Tabir Surya

Bagi Anda yang sering beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya jangan pernah melupakan tabir surya jika tidak ingin kulit wajah terbakar akibat sinar matahari.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Mau belanja aman dan terpercaya untuk produk kosmetik wajah dengan Kualitas terbaik?
Disini tempatnya...!

➡TokoPedia (https://www.tokopedia.com/drrochelles)
➡BukaLapak (https://www.bukalapak.com/drrochelleskinexpert01)
➡Shopee (shopee.co.id/drrochelles)

Kami menyediakan special promo untuk produk Dr Rochelle Skin Expert, Kezia Skin Expert, Gifi Skin Care.

Terima Kasih.

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Cara Alami Atasi Kulit Terbakar Sinar Matahari

Aktivitas di luar ruangan memang dapat menyebabkan kulit tubuh menjadi menghitam dan terbakar. Selain itu, paparan sinar matahari pun sangat berbahaya karena dapat menyebabkan risiko kanker kulit. Namun Anda tak perlu khawatir, seperti yang dilansir dari Boldsky, Berikut ini adalah bahan-bahan alami yang dapat membantu Anda mengatasi kulit terbakar sinar matahari.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

1. Gel Lidah buaya

Kandungan 90 persen air yang terdapat di dalam gel lidah buaya dapat membantu menenangkan kulit yang terbakar sinar matahari. Ambil beberapa potong gel lidah buaya dan oleskan pada bagian tubuh yang terbakar. Diamkan beberapa menit dan bilas dengan air dingin.

2. Susu

Protein, lemak, dan vitamin yang terdapat dalam susu yang bisa membantu untuk menambah produksi kolagen sekaligus menenangkan kulit Anda. Ambil sedikit susu cair dan tambahkan dengan beberapa buah es batu. Kemudian, aplikasikan pada seluruh bagian tubuh yang terbakar.

3. Cuka Apel

Menggunakan cuka apel adalah salah satu metode penting yang dapat membantu secara efektif mengobati kulit rusak akibat sinar matahari. Ambil setengah cangkir cuka apel dan campurkan dengan setengah cangkir air. Campurkan bahan dan terapkan pada kulit yang terbakar. Tunggulah beberapa menit dan cuci dengan air.

4. Baking Soda

Menggunakan baking soda pada kulit dapat membantu penyembuhan luka bakar lebih cepat akibat sinar matahari. Ambil setengah sendok baking soda dan campurkan dengan air dingin. Campurkan bahan dan terapkan pada daerah yang terbakar sinar matahari. Cuci setelah 10 menit, ulangi cara ini dua kali dalam satu hari untuk hasil yang lebih maksimal.

5. Teh Hijau

Teh hijau memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membantu untuk mengobati daerah yang terbakar sinar matahari dengan mudah. Seduh teh hijau dengan air panas dan biarkan hingga dingin. Setelah air dingin, terapkan air teh hijau pada kulit yang terbakar sinar matahari.

6. Mentimun

Mentimun mengandung enzim aktif yang dapat membantu menenangkan kulit terbakar sinar matahari. Ambil beberapa potongan mentimun dan gosokkan perlahan pada kulit sambil dipijat lembut. Bilas dengan air dingin.

7. Minyak Kelapa

Minyak kelapa adalah obat yang sangat baik dapat mengatasi kulit rusak akibat sinar matahari. Karena asam laurat yang terdapat dalam minyak kelapa, dapat membantu untuk membalikkan kerusakan pada kulit. Ambil beberapa minyak kelapa dan hangatkan sebentar. Lalu, oleskan pada bagian kulit yang terbakar sambil dipijat lembut.

8. Oatmeal

Oatmeal memiliki sifat anti inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu pengelupasan kulit secara alami. Coba campurkan oatmeal dengan yoghurt secukupnya. Terapkan pada bagian kulit yang terbakar sambil dipijat lembut. Kemudian, bilas hingga bersih.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel DariTipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Mau belanja aman dan terpercaya untuk produk kosmetik wajah dengan Kualitas terbaik?
Disini tempatnya...!

➡TokoPedia (https://www.tokopedia.com/drrochelles)
➡BukaLapak (https://www.bukalapak.com/drrochelleskinexpert01)
➡Shopee (shopee.co.id/drrochelles)

Kami menyediakan special promo untuk produk Dr Rochelle Skin Expert, Kezia Skin Expert, Gifi Skin Care.

Terima Kasih.

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Minggu, 11 Juni 2017

Bintik-bintik di Dada Wanita Ini Ternyata Gejala Kanker Langka

Bila diperhatikan dengan seksama, kulit orang bule sebenarnya tidak sepenuhnya putih, melainkan ada bintik-bintik kemerahan di sekujur tubuhnya. Namun apa yang ditemukan wanita ini agak berbeda.

Rebecca Hockaday menemukan bintik-bintik tak biasa itu di dekat payudaranya. Ia pun tak ambil pusing karena mengira itu karena paparan sinar matahari.

Sponsor: Jasa pembuatan fanpage

Namun makin lama bintik-bintik itu makin bertambah banyak. Lama-lama Rebecca pun khawatir dan memutuskan mendatangi dokter kulit, enam bulan kemudian.

"Sejujurnya saya berpikir mereka akan mengatakan itu hanya sun spots atau karena penuaan kulit," katanya kepada Today.com.

Nasib berkata lain. Dari hasil biopsi dipastikan bahwa itu adalah kanker, tepatnya inflammatory breast cancer, jenis kanker payudara yang agresif serta langka. Ketika ditemukan, kanker itu telah menyebar ke kelenjar getah bening wanita asal Watkinsville, Georgia tersebut.

"Tak pernah terlintas sekalipun dalam pemikiran saya bahwa itu adalah kanker," tambahnya.

Inflammatory breast cancer (IBC) merupakan jenis kanker yang tidak lazim ditemukan dan ketika muncul, manifestasinya tak seperti kanker payudara pada umumnya, yang biasanya terdeteksi lewat adanya benjolan di payudara.

"Dalam separuh kasusnya tidak ditemukan benjolan atau apapun. Hanya perubahan kulit jadi mudah sekali disalahpahami sebagai infeksi, mastitis atau sejenisnya," terang Dr Jean Wright dari Johns Hopkins Breast Cancer Program.

Selain bintik-bintik, Wright menambahkan bahwa gejala lainnya adalah kulit payudara yang memerah atau pembengkakan. "Karakteristik lainnya adalah ini terjadi begitu cepat. Biasanya satu bulan setelah perubahan signifikan pada kulit payudara Anda," lanjutnya.

Tak berapa lama kemudian, Rebecca segera diarahkan untuk menjalani kemoterapi selama 16 pekan sebelum akhirnya kedua payudaranya harus diangkat. Berikutnya, ia harus bertahan dari pengobatan radiasi yang intens dua kali sehari selama sepekan, kecuali hari Sabtu dan Minggu.

Radiasi itu pun akhirnya merusak kulit dan melemahkan tubuhnya, bahkan sebagian tulangnya patah. Namun pengorbanan itu tak sia-sia. Pada bulan September 2013 lalu atau 10 bulan setelah pengobatan, ibu dua anak itu dinyatakan terbebas dari kanker.

Hanya saja ia masih harus menghadapi sejumlah masalah kesehatan terkait operasi rekonstruksi payudara yang dijalaninya semisal masih adanya infeksi.

Wanita berusia 40 tahun itu juga tetap harus mengonsumsi obat kemoterapi oral dan mendapatkan injeksi bulanan mengingat tingkat kekambuhan IBC terbilang cukup tinggi.

Sebagai bentuk antisipasi, dokter kulit Cameron Rokhsar menjelaskan, payudara wanita rentan sekali mengalami iritasi, entah dari kegiatan seperti lari atau menyusui. Tetapi iritasi ini bisa datang dan pergi dengan mudah. Yang perlu diwaspadai adalah ketika iritasi itu tak hilang-hilang selama beberapa hari sebab ini bisa berarti gejala IBC seperti yang dialami Rebecca.

"Jika mereka melihat ada ruam pada payudaranya yang tidak hilang sampai 1-2 pekan, apalagi setelah diolesi krim cortisone, maka temui dokter kulit," pesan Rokhsar yang berpraktik di Mount Sinai Hospital tersebut.

Rebecca menambahkan, inilah mengapa ia membagi kisahnya dan mendorong para wanita untuk proaktif ketika menemukan hal yang tidak lazim pada tubuhnya.

"Anda takkan berpikir sejauh itu, karena saya sendiri tidak merasa kesakitan, tidak ada gejala," tegasnya.

Sabtu, 10 Juni 2017

Fakta-fakta tentang Kanker Serviks, Penyebab Jupe Meninggal

Innalillahi wa innailaihi rajiun. Aktris dan pedangdut Julia Perez alias Jupe akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (10/6), tepat di hari ke-15 bulan Ramadan.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Perjuangan Jupe berakhir sudah setelah empat bulan dirawat di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Kepergian wanita yang akrab disapa Jupe ini pun kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, utamanya serviks (leher rahim) dari serangan kanker.

Berikut sekelumit fakta tentang kanker yang merenggut nyawa Jupe seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber:


1. Terjadi pada leher rahim
Leher rahim biasa disebut juga serviks. Ini adalah bagian bawah dari rahim yang menghubungkannya ke vagina. Sedangkan kankernya sendiri terjadi karena ada sel-sel abnormal yang tumbuh secara tidak terkendali di dalam serviks.

Perlu digarisbawahi bahwa kanker yang satu ini bisa menyerang wanita di usia berapapun, namun cenderung lebih banyak pada wanita yang aktif berhubungan secara seksual.

2. Tak ada gejala
Pada stadium awal, kanker ini umumnya tidak memperlihatkan gejala khusus. Akan tetapi seperti diungkapkan dr Unedo, SpOG(K)Onk dari RSUD WZ Yohanes Kupang, ada beberapa gejala khas yang sayangnya, masih sering terabaikan.

"Yang paling sering biasanya seperti keputihan yang tidak sembuh-sembuh, terus-menerus terjadi. Keputihan sih kan memang kondisi normal, tapi kalau pemicunya ada dan dihindari ya pasti sembuh. Tapi kalau yang ini tidak," ungkap dr Unedo.

Keputihan yang muncul pun terkait risiko kanker serviks pun umumnya tampak tak biasa. dr Unedo menjelaskan bahwa keputihan yang dianggap berisiko yakni berwarna kuning kehijauan, berbau serta gatal. Padahal dalam kondisi normal, keputihan biasanya berwarna bening atau putih, lalu tidak berbau dan tidak memicu rasa gatal di area organ intim.

3. Kesadaran masyarakat terhadap kanker serviks sangat kurang
Data Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebut, kanker serviks bersama kanker payudara menjadi kanker dengan tingkat prevalensi tertinggi di Indonesia.

Padahal menurut Dr dr Sonar Soni Panigoro, SpB(K)ONk, pada prinsipnya, serviks bisa langsung kelihatan saat diskrining sehingga dapat dilakukan deteksi dini.

"Makanya kenapa di negara berkembang seperti Afrika, Indonesia masih tinggi (kasus kanker serviks) karena dia (masyarakat) malas (deteksi dini)," kata wakil ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) tersebut.

4. Baru periksa di stadium lanjut
dr Antony Atmadja, SpOG dari RS Mitra Keluarga Bekasi mengungkapkan, 70 persen pasien kanker serviks datang ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut. "Itu karena saat gejala muncul baru periksa," katanya.

Gejala stadium lanjut pada kanker serviks sendiri di antaranya:
1. Pendarahan sesudah berhubungan intim
2. Menstruasi yang durasinya lebih lama dan lebih banyak dari biasanya
3. Nyeri panggul
4. Nyeri ketika berhubungan intim
5. Muncul keputihan berbau menyengat

"Sebenarnya keputihan belum tentu pertanda penyakit. Bisa muncul sebagai akibat infeksi. Untuk itu perlu periksa secara berkala," lanjut dr Antony.

5. Kanker serviks bisa dicegah
Selain mudah 'diintip', penyebab kanker serviks sendiri telah diketahui yaitu HPV. "Vaksinnya sudah ada. Deteksi dininya sudah ada, papsmear dan IVA (Inspeksi Vagina dengan Asam Asetat). Jadi ini 100 persen bisa dicegah," tegas Prof Dr dr Andrijono, SpOG, KFER dari RS Cipto Mangunkusumo.

Akan tetapi kini persoalannya adalah mahalnya harga vaksin HPV. Namun Prof Andri berharap vaksin ini dapat dimasukkan ke dalam program vaksinasi nasional, artinya ditanggung pemerintah dalam pembiayaannya, sehingga prevalensi kanker serviks di masyarakat Indonesia dapat diturunkan.

6. Pengobatannya mudah
Tingkat kefatalan kanker serviks sebenarnya tergolong rendah, asalkan gejalanya telah terdeteksi sejak dini. Dijelaskan Prof Andri, kanker serviks idealnya ditangani dengan cryotherapy.

"Ini sesuai dengan panduan WHO, 'screen with HPV-DNA; treat with cryotherapy' sebab morbiditasnya sangat rendah," paparnya.

Selain itu, cryotherapy dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Hal ini menepis anggapan bahwa cryotherapy hanya bisa dilakukan di ruang operasi.

"Tolong itu dihilangkan pandangan seperti ini karena cryotherapy kapan saja bisa dilakukan, di klinik atau puskesmas, bahkan pasien bisa berobat jalan dan murah. Dalam 2 minggu hasilnya sudah bagus," ujarnya.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Berminat Punya Toko Online dalam Format Fanpage Facebook? Segera Hubungi kami disini (https://www.facebook.com/KiellaDigitalAdv/)

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Deteksi Dini Bisa Cegah Kematian Akibat Kanker Serviks

Pedangdut Julia Perez atau yang sering disapa Jupe menderita kanker serviks dalam jangka waktu yang cukup lama. Berbagai usaha medis telah Ia tempuh, namun ternyata takdir berkata lain. Dikutip dari detikHOT (10/6/2017) mantan istri Gaston Castano itu telah meninggal dunia akibat kanker serviks yang diidapnya.

Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Perlu diketahui bahwa kanker serviks menempati urutan kedua penyebab kematian pada perempuan di Indonesia. Namun kesadaran masyarakat akan bahaya kanker serviks masih terbilang sangat kurang. Padahal jika tidak ingin seperti Jupe, maka harus dilakukan deteksi sedini mungkin.

Deteksi kanker serviks dapat dilakukan melalui papsmear maupun IVA (Inspeksi Vagina dengan Asam Asetat).

"Tes IVA itu sangat cepat dan mudah, bisa dilakukan kapan saja juga. Termasuk sebelum dan sesudah haid," tutur dr Unedo, SpOG(K)Onk dari RSUD WZ Yohanes Kupang kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Sedikit berbeda dengan IVA, metode pemeriksaan papsmear umumnya memiliki syarat lebih banyak. Salah satunya adalah tidak dilakukan saat sedang haid. Bahkan beberapa hari sebelumnya dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu.

"Lalu kalau IVA kan hanya pakai asam asetat, ini prosesnya mudah. Sementara papsmear pakai metode usapan mulut rahim dan harus dilakukan oleh ahlinya. Tapi apapun pilihan metode yang dipilih, keduanya sama-sama dianjurkan untuk deteksi dini kanker serviks," imbuh dr Unedo.

Pencegahan juga bisa dilakukan lewat pemberian vaksin, dimana saja dan kapan saja. Kendati demikian, diingatkan dr Antony Atmadja, SpOG dari RS Mitra Keluarga Bekasi, vaksin saja tidak menjamin seseorang aman 100 persen dari kanker serviks.

"Karena vaksin yang ada untuk virus HPV tipe 16 dan tipe 18, yang mana tipe ini bersama-sama menyebabkan 87,6 persen kasus di Indonesia. Sementara itu, masih ada 38 tipe virus HPV lainnya," jelas dr Antony.

Vaksin HPV bisa diberikan pada anak perempuan di usia 9-14 tahun yang belum aktif secara seksual. Ada dua dosis yang diberikan di dua waktu yang berbeda. Suntikan kedua diberikan dengan jeda 5-13 bulan setelah dosis pertama.

Sedangkan vaksin untuk perempuan usia 15-25 tahun harus diberikan lengkap yang terdiri dari 3 dosis. Dosis kedua diberikan 1-25 bulan setelah dosis pertama diberikan. "Di Indonesia vaksin ini disarankan dilakukan sampai usia 55 tahun," tambahnya.

"Sejauh ini setelah dosis lengkap diberikan tidak perlu ada booster atau pemberian ulang," imbuhnya.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menimpali, biaya deteksi dini kanker serviks dengan papsmear atau IVA di Indonesia sendiri sudah terjangkau. Bila papsmear atau IVA dilakukan, jumlah pasien kanker serviks bisa berkurang, begitu pula dengan stadiumnya. Karena jika sudah mencapai stadium tinggi, maka peluang kematiannya juga menjadi tinggi.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel DariTipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Berminat Punya Toko Online dalam Format Fanpage Facebook? Segera Hubungi kami disini (https://www.facebook.com/KiellaDigitalAdv/)

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Jumat, 09 Juni 2017

7 Cara Menambah Tawa di Dalam Hubungan Asmara Anda

Menurut beberapa penelitian, tawa adalah salah satu cara khusus untuk membuat manusia terikat satu sama lain di dalam sebuah hubungan asmara. Pecinta yang hebat bersedia bereksperimen untuk mencoba hal baru yang mungkin bisa membangkitkan gairah, seperti selera humor.
Dilansir dari bustle.com, Kamis (8/6/2017), berikut ini adalah beberapa cara menambahkan tawa ke dalam hubungan asmara Anda dan pasangan. Penasaran?

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

1. Menonton pertunjukan yang lucu
Menonton beberapa pertunjukan lucu bersama pasangan, bisa membuat hubungan asmara Anda semakin erat. Percaya atau tidak, sentuhan dan tawa dapat mempererat ikatan antara dua orang.

2. Membuat lelucon
Jika tawa dapat membangun ikatan, maka lelucon juga sama halnya. Ketika Anda tertawa karena lelucon pasangan, Anda tidak hanya terikat karena tawa, namun sekarang menjadi dua hal yang berbeda.

3. Jadi konyol satu sama lain
Manusia adalah orang yang aneh dan ini merupakan fakta. Setiap orang memiliki sesuatu yang unik dan aneh. Ketika telah bersama-sama dengan orang lain untuk waktu yang cukup lama, Anda akan menyadari hal aneh yang mereka anggap lucu. Untuk membuat hubungan asmara menjadi lebih intim, gunakan hal tersebut untuk mempererat ikatan, jangan takut menjadi konyol!

4. Menggoda
Menggoda pasangan bisa menjadi satu tingkah yang menyenangkan dan manis.

5. Dengarkan lelucon pasangan
Salah satu kenangan spesial antara Anda dan pasangan mungkin saat tertawa bersama di suatu perjalanan. Temukan kenangan-kenangan lain, atau Anda dan pasangan bisa mulai membuat momen menyenangkan seperti itu sekarang.

6. Membaca situasi
Anda harus tahu kapan momen yang tepat untuk membuat lelucon, ini akan menjadi kenangan terbaik yang bisa dimiliki bersama pasangan dalam sebuah hubungan asmara.

7. Jadilah orang yang kreatif
Anda dan pasangan harus menjadi orang yang kreatif dalam setiap kesempatan berkencan. Semakin Anda kreatif, semakin banyak tawa dalam hubungan asmara yang sedang dijalin sekarang ini.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Kunjungi Toko Online Kami Disini (https://www.facebook.com/Tipsperawatankecantikandankesehatan/shop/?rt=19). Note: Silahkan lakukan pembelian secara COD/Ketemuan untuk menghindari penipuan dalam bentuk apapun!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Ingin Kulit Makin Cantik? Lakukan Rutinitas Ini di Pagi Hari

Mendapatkan kulit wajah cantik memang membutuhkan perawatan ekstra. Selain faktor makanan dan gaya hidup yang sehat juga dibantu dengan perawatan dari luar. Hampir semua wanita tahu bahwa perawatan pada malam hari sangat penting dilakukan. Hal ini untuk mengatasi masalah kulit sebelum masa regeneratif di mulai. Namun ternyata, perawatan di pagi hari tidak kalah pentingnya. Dilansir dari TheEveryGirl, Kamis (8/6/17), rutinitas di pagi hari ini akan membantu menjaga keremajaan kulit Anda.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Cleansing Oil

Hal yang wajib dilakukan di pagi hari adalah memberikan pijatan lembut pada wajah dan leher dengan menggunakan cleansing oil. Kegiatan ini mampu melancarkan sirkulasi darah sekaligus melembapkan kulit.

Water Based Cleanser

Pilihlah produk yang sesuai dengan kulit wajah agar tidak menimbulkan iritasi dan kemerahan. Cuci wajah menggunakan air bersih dan aplikasikan produk pembersih wajah hingga berbusa. Tunggu beberapa menit dan bilas dengan air dingin.

Toner

Toner sangat membantu menyeimbangkan pH pada kulit, sehingga sangat baik untuk melembapkan kulit sebelum mengaplikasikan makeup.

Serum

Pilihlah serum yang kaya akan antioksidan, sehingga mampu melawan radikal bebas seperti asap kendaraan dan debu. Bagian wajah yang sangat menjadi perhatian adalah area sekitar bawah mata. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kerutan halus pada area tersebut.

Pelembap

Usapkan pelembap sebelum Anda mengaplikasikan makeup pada wajah. Cukup oleskan secara tipis pada wajah dan diamkan beberapa detik hingga menyerap ke dalam lapisan kulit wajah.

Tabir Surya

Bagi Anda yang sering beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya jangan pernah melupakan tabir surya jika tidak ingin kulit wajah terbakar akibat sinar matahari.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel DariTipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Kunjungi Toko Online Kami Disini (https://www.facebook.com/Tipsperawatankecantikandankesehatan/shop/?rt=19). Note: Silahkan lakukan pembelian secara COD/Ketemuan untuk menghindari penipuan dalam bentuk apapun!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Kamis, 08 Juni 2017

Kolang-kaling Bisa Obati Diabetes? Ini Kata Ahli Gizi

Kolang-kaling merupakan jenis makanan yang sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran makanan atau minuman. Bukan hanya itu, kolang-kaling juga mengandung air yang sangat banyak.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Di dalam 100 gram buah kolang-kaling hanya terkandung sekitar 50-60 kalori. Karena itu kolang-kaling ditengarai bisa menurunkan kadar gula darah dan bisa mengobati penyakit diabetes. Benarkah?

"Bukan obat tapi ya, jadi bukan berarti menurunkan gula, tetapi aman sebagai opsi healthier choice buat diabetesi," ucap ahli gizi, Mochamad Aldis Rusliadi SKM kepada detikHealth.

Lebih lanjut Aldis katakan, karena kolang-kaling tinggi serat maka tidak lantas menaikkan gula darah secara drastis jadi aman dikonsumsi diabetesi. Namun dengan catatan pengolahannya tidak untuk minuman tinggi gula.

"Jadi aman buat diabetesi asalkan balik lagi tadi, pengolahannya bukan menjadi kolak tinggi gula dan lemak atau sirop tinggi gula ya," tutur Aldis.

Aldis menambahkan, jika ingin disajikan sebagai minuman sebaiknya menggunakan gula atau sirop rendah kalori dan dicampur dengan buah-buahan. "Misal bikin sirup kolang kaling tapi pakai gula rendah kalori atau sirop rendah kalori," sarannya.

Dilakukan Seperti Ini, Diet Vegan Justru Bisa Bikin Gemuk

Tak sedikit orang yang memutuskan untuk menjadi vegan karena ingin menurunkan berat badan. Padahal nyatanya jika dilakukan dengan cara yang tak tepat, menerapkan diet vegan juga bisa bikin gemuk.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di tahun 2016 dan telah diterbitkan dalam Journal of General Medicine, orang-orang yang menerapkan diet vegan rata-rata mengalami penurunan berat badan lebih banyak.

Menurut nutrisionis Alyssa Cohen, tidak mengonsumsi produk hewani sama sekali berarti Anda menghilangkan asupan kolesterol dan lemak, yang dengan sendirinya dapat membantu menurunkan berat badan. Sementara itu, makanan dari sumber nabati juga diketahui mengandung vitamin, mineral, dan mikronutrien yang juga lebih baik.

Kombinasi hal ini dianggap menjadi kunci penting untuk menurunkan berat badan, ketika Anda memutuskan menjadi seorang vegan. Hal serupa juga disebutkan oleh nutrisionis Tom Hritz, RD.

"Mengonsumsi makanan dari sumber nabati membuat Anda kenyang dengan asupan lebih sedikit kalori, dibandingkan jika Anda kenyang dari makanan berbasis produk hewani," ungkap Hritz, seperti dikutip dari Women's Health Mag.

Namun demikian, Cohen menuturkan ada beberapa asupan produk nabati yang jika dikonsumsi berlebihan juga bisa membuat berat badan naik. Di antaranya kentang goreng.

Kesalahan lainnya adalah melakukan perubahan pola makan terlalu ekstrem, sehingga cenderung 'kaget' dan membutuhkan lebih banyak makanan untuk bisa sampai merasa kenyang. Kuncinya, mencari sumber protein yang tepat.

"Kadang-kadang orang yang diet vegan akan makan lebih banyak karbohidrat dan sayuran bertepung agar terasa kenyang, padahal ini justru membuat asupan proteinnya semakin berkurang," ujar Nina Eng, RD, dari Plainview Hospital, New York.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Mau memiliki kualitas iklan terbaik untuk meningkatkan omzet penjualanmu? Segera hubungiJasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Riset Buktikan Bayi Harus Tidur Sendiri Sejak Umur 4 Bulan

Pola tidur adalah salah satu aspek krusial dalam tumbuh kembang anak. Untuk itu setting atau pengaturannya sudah harus diterapkan pada anak sejak dini.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Penelitian terbaru yang dilakukan Pennsylvania State University menemukan, orang tua baiknya tidur di kamar terpisah dengan bayinya bukan semata karena risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau bayi mati mendadak saat tidur karena tertindih orang tuanya.

Untuk keperluan studi ini, peneliti mengamati 279 pasangan orang tua berikut bayinya selama 9 bulan. Partisipan sendiri dibagi ke dalam dua kelompok: orang tua yang diberi wawasan tentang SIDS dan yang mendapatkan wawasan SIDS sekaligus didorong untuk memisahkan kamarnya dari si bayi sejak umur 4 bulan.

Hasilnya mengejutkan. Di usia 9 bulan, bayi yang tidur sendiri sejak umur 4 bulan bisa tidur lebih lama dan tak terganggu. Peneliti mencatat mereka rata-rata bisa tidur 45 menit lebih lama dibandingkan bayi yang berbagi kamar dengan ayah bundanya.

Keputusan untuk tidur terpisah dengan bayinya ini juga berdampak jangka panjang. Terbukti dari hasil pengamatan peneliti saat usia bayi memasuki 30 bulan, bayi yang tidur terpisah rata-rata tetap tidur 45 menit lebih lama daripada yang sekamar dengan orang tuanya.

Dari studi yang sama, peneliti menemukan tren bahwa orang tua yang tidur sekamar dengan bayinya cenderung membawa bayinya ke kasur mereka di tengah malam, bilamana si bayi menangis. Padahal ini juga berbahaya untuk si bayi.

Sayangnya peneliti juga terbentur pada perbedaan aspek kultur yang dimiliki tiap orang tua. Semisal preferensi masing-masing pasangan orang tua untuk tidur dekat dengan bayinya agar bisa selalu diawasi atau sulitnya melepas bayi untuk tidur di kamar terpisah.

"Untuk itu orang tua harus mendiskusikan sejak dini tentang panduan tidur yang aman untuk bayinya," pesan salah satu peneliti senior, Dr Ian Paul seperti dilaporkan news.psu.edu.

Sebelumnya Dr dr Irwanto, SpA(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSUD Dr Soetomo mengingatkan bayi memang tidak sebaiknya tidur bersama kedua orang tuanya. Sebaliknya harus dibiasakan tidur sendiri, dan idealnya sejak berusia 9 bulan.

"Kalau kita tidur bareng anak, bersentuhan gitu aja dia akan bangun. Padahal dia memulai tidur lagi itu butuh waktu 1-3 jam, ini yang bikin tidurnya terganggu," terangnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Idealnya, dalam masa pertumbuhan, bayi tidur selama 20 jam. Orang tua tak perlu khawatir jika bayi tidur terlalu lama, karena jika asupan ASI yang diberikan untuknya memadai, maka bayi akan pulas tertidur sampai ia merasakan lapar.

Di sisi lain, dalam berbagai studi juga disebutkan bahwa bayi atau anak yang kurang tidur akan terhambat tumbuh kembangnya dan memiliki kendali emosi yang buruk seperti mudah tantrum atau menangis

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel DariTipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Mau memiliki kualitas iklan terbaik untuk meningkatkan omzet penjualanmu? Segera hubungiJasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Rabu, 07 Juni 2017

Cara Berhijab yang Baik Agar Rambut Tetap Sehat

Memakai hijab atau jilbab tentu sudah menjadi kewajiban bagi semua Muslim wanita. Selain untuk menutup aurat, hijab ini juga bisa menambah aura kecantikan dari seorang perempuan. Apakah kamu juga termasuk Hijabers?

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Namun demikian, masih ada wanita yang enggan memakai hijab karena berbagai alasan. Mulai dari merasa panas, takut rambutnya rusak, ketombean, sampai rambut rontok. Padahal, semua masalah tersebut bisa dicegah jika kamu tahu caranya.

Berikut cara berhijab yang benar agar rambut tetap sehat:

1. Rambut sudah kering

Jika akan memakai hijab, pastikan dulu rambut kamu sudah benar-benar kering. Karena jika rambut masih lembap, lalu kamu memaksakan pakai hijab, maka hal ini bisa menimbulkan masalah di kulit kepala, seperti ketombe dan rambut rontok.

Selain itu, memakai hijab saat rambut masih lembap atau basah juga bisa memunculkan jamur. Rambut kepala pun bisa jadi bau. Karenanya, kamu harus memastikan dulu rambut kamu benar-benar sudah kering.

2. Sisir rambut

Sebelum memakai hijab, ada baiknya jika kamu menyisir rambut dulu agar lebih rapi dan tidak keluar-keluar dari hijab. Selain mempermudah kamu saat memakai hijab, menyisir rambut juga bisa mencegah adanya rambut yang terlipat. Jadi saat melepas hijab, tidak akan ada rambut yang ikut tertarik.

3. Pilih bahan hijab

Jangan hanya berpatokan pada model atau tren saja, kamu juga harus memilih hijab berdasarkan bahannya. Karena rambut kamu ini bakal bersentuhan langsung dengan hijab, maka pilih lah bahan hijab dengan bahan yang halus dan lembut. Hal ini mencegah terjadinya masalah rambut rontok.

4. Kebersihan rambut

Masalah rambut rontok tidak semata-mata disebabkan oleh hijab. Kebersihan rambut juga bisa jadi penyebab rambut rontok. Meskipun selama beraktivitas rambut kamu selalu tertutup hijab, tetap saja kamu harus rajin keramas. Pilih shampo yang cocok dengan rambut kamu. Tapi jangan terlalu sering juga, nanti malah rambut kamu jadi rusak.

5. Kenyamanan

Selain masalah rambut, kamu juga harus memperhatikan kenyamanan saat memakai hijab. Tidak perlu memakai hijab yang “aneh-aneh” modelnya. Hijab yang sederhana juga tidak masalah, yang terpenting menutup aurat.

Semoga penjelasan di atas berguna buat kalian. Terutama buat kalian yang baru belajar memakai hijab.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Butuh Fotographer Produk Terbaik Dengan Harga Paket Termurah, Silahkan Hubungi Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Jomblo Itu Ternyata Menyehatkan!

Menyandang status masih lajang, singgel, atau jomblo sering diidentikkan dengan hal yang menyedihkan. Hanya bisa Facebook-an, Twitter-an, Path-an sambil peluk bantal sering jadi kisah pilu para jomblo di malem Minggu.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Banyak yang bilang jadi orang jomblo itu menyedihkan. Selain selalu terlihat sendirian pas jalan-jalan ke suatu tempat, beberapa penelitian kesehatan juga menunjukkan bahwa orang yang menikah akan lebih panjang umur dibanding orang jomblo.

Namun, meskipun membuat seseorang jadi terlihat menyedihkan, ternyata jomblo juga punya manfaat kesehatan. Tentunya manfaat kesehatan ini tidak akan dirasakan oleh mereka yang sudah punya pasangan atau kekasih.

Berikut manfaat menyehatkan dari jomblo:

1. Lebih bugar
Ketika seseorang masih jomblo, maka dia akan cenderung lebih peduli terhadap kesehatan tubuhnya. Ia punya lebih banyak waktu untuk merawat diri agar tetap hidup sehat. Sedangkan orang yang sudah punya pasangan cenderung cuek dengan kesehatan tubuhnya karena mereka sudah dipusingkan dengan urusan keluarganya atau hal lain.

2. Stres lebih ringan
Setiap orang punya masalah masing-masing yang akan memunculkan stres. Namun, orang jomblo diklaim punya tingkat stres yang lebih rendah dibanding mereka yang sudah punya pasangan. Stres orang jomblo paling pas malem Minggu sama kerjaan. Sedangkan orang sudah punya pasangan itu stresnya bisa karena kerjaan, pasangan, dan hal-hal lainnya.
Stres ini bisa meningkatkan risiko kanker, penyakit jantung, atau stroke. Karenanya penting untuk tidak stres.

3. Lebih sehat secara mental
Setelah menikah, mungkin kamu bakalan dihadapkan dengan batasan-batasan pergaulan dengan teman, khususnya teman lawan jenis. Lain halnya dengan jomblo yang bisa dekat dengan siapa saja.
Padahal, kehidupan sosial ini juga mampu meningkatkan kesehatan mental, memperpanjang usia, dan meningkatkan kualitas hidup. Bagaimana mau sehat jika hidup kamu penuh batasan?

4. Pola hidup sehat
Kehidupan orang jomblo itu lebih berkualitas. Tidur berkualitas, karena nggak perlu begadang pas malem Minggu. Dengan tidur cukup, maka tubuh kita akan jadi lebih sehat. Berbeda dengan orang yang sudah punya pasangan. Tiap malem harus begadang, telepon-teleponan sama pacar, nemenin pacar lembur, nemenin dia nongkrong. Padahal, angin malam itu nggak sehat lho.
Gimana, masih karena kamu jomblo?

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel DariTipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Butuh Fotographer Produk Terbaik Dengan Harga Paket Termurah, Silahkan Hubungi Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)

Selasa, 06 Juni 2017

Pemicu Eksibisionisme: Merasa Inferior dengan Lawan Jenis

Eksibisionisme merupakan sebuah bentuk gangguan kejiwaan. Mereka yang melakukannya tak lagi malu bila organ intim yang seharusnya tertutup terlihat orang asing.

Pernahkah Anda penasaran mengapa eksibisionis (pelaku eksibisionis) berani melakukan hal semacam ini? dr Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik, menjelaskan eksibisionisme umumnya dialami oleh mereka yang merasa inferior di depan lawan jenisnya.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Hal ini juga dijelaskan dalam beberapa literatur tentang eksibisionisme. "Akhirnya dia merasa seperti berkuasa, ketika ia mampu menakut-nakuti atau mendapatkan reaksi kaget dari orang lain ketika dia melakukan eksibisionisme tersebut," urainya kepada detikHealth.

Seperti dikutip dari www.minddisorders.com dan disarikan dari berbagai sumber, ada beberapa faktor yang diduga memicu seseorang hingga memiliki kecenderungan eksibisionisme, di antaranya:

1. Biologis
Secara biologis, ada pengaruh hormon testosterone yang kemudian mendorong si pelaku untuk melakukan perilaku seksual yang menyimpang.

2. Kekerasan di masa kecil
Sejumlah studi menyebut kekerasan emosional dan seksual yang dialami saat masih kanak-kanak ataupun kondisi broken home yang dihadapi seseorang di masa kecil berdampak signifikan pada munculnya kecenderungan ini.

3. Riwayat ADHD
Selain riwayat kekerasan di masa kecil, riwayat ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder) juga dianggap berpengaruh terhadap munculnya gangguan mental ini. Alasannya belum diketahui, namun peneliti dari Harvard University menemukan pasien dengan gangguan paraphilia (ketertarikan seksual pada sesuatu yang tidak lazim seperti eksibisionisme) berpeluang lebih besar untuk mengalami ADHD di masa kecil.

4. Trauma kepala
Kebetulan ada beberapa kasus yang tercatat dalam literatur di mana para pria berubah menjadi eksibisionis pasca trauma kepala, tanpa disertai riwayat kekerasan di masa kecil.

Lantas mengapa kebanyakan eksibisionis adalah laki-laki? "Saya belum membaca lebih jauh lagi tentang ini tetapi memang data statistik dan prevalensinya lebih banyak pada laki-laki," tutup dr Andri.

Nyatanya sejumlah pakar menyebut definisi eksibisionisme di masyarakat cenderung bias gender. Padahal wanita yang berani membuka bajunya di depan cermin seolah-olah mendorong seseorang untuk melihat tubuhnya juga bisa digolongkan sebagai eksibisionis. Begitu pula dengan wanita yang mengenakan pakaian minim atau gaun dengan belahan rendah, hanya saja kondisi semacam ini sudah lebih bisa diterima dalam tataran sosial.

Bahkan sebuah literatur menyebut perbedaan nyata dari eksibisionisme pada dasarnya adalah 'wanita cenderung memperlihatkan segalanya tetapi tidak dengan kelaminnya, sedangkan pria buka-bukaan begitu saja'.

Penyebab Sakit Kepala Saat Berpuasa dan Cara Mengatasinya

Saat sakit kepala menyerang, minum obat bisa jadi salah satu solusinya. Namun bagaimana jika sakit kepala datang saat tengah menjalankan puasa? Kira-kira apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya ya?

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Disebutkan dr Dito Anurogo, pengasuh konsultasi detikHealth, kurangnya kebutuhan cairan tubuh alias dehidrasi saat berbuka puasa maupun sahur menjadi penyebab seseorang mengalami sakit kepala.

"Dehidrasi memicu berkurangnya volume cairan tubuh, menurunkan tekanan darah, sehingga memicu serangan pusing atau sakit kepala," kata dr Dito, sapaannya.

Kemudian alasan lain datangnya sakit kepala saat berpuasa adalah terkait dengan kadar gula darah. Menurut dr Dito, penurunan atau peningkatan kadar glukosa dalam tubuh juga berpotensi memicu serangan sakit kepala.

Meski demikian, untuk menghalau serangan sakit kepala dan ibadah puasa Anda tetap khusyuk, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya dengan memperhatikan kebiasaan makan dan minum saat berbuka puasa dan sahur, disertai cukup minum setidaknya 8 gelas setiap hari.

Lebih pentingnya lagi, tetap makan sahur meskipun hanya dengan beberapa butir kurma, buah pisang, roti, atau minum susu sereal. Selain itu, kurangi atau hentikan konsumsi kafein sementara selama Ramadan, sebab kafein juga ditengarai bisa menyebabkan terjadinya sakit kepala.

Di samping memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh, jangan lupa juga menjaga pola hidup. Termasuk berolahraga teratur 30-45 menit sebelum berbuka puasa setiap harinya, hindari pula kerja lembur dan cukup tidur.

"Usahakan tetap tidur di malam hari meskipun hanya selama 2-3 jam, sebelum bangun tidur untuk sahur, tetap makan sahur dan berbuka puasa di jam yang sama secara disiplin setiap harinya," anjur dr Dito.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Layanan Iklan Promosi Untuk Produk Usaha Atau Bisnismu, Silahkan Hubungi Team Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Hamil Tapi Tetap Berpuasa? Begini Caranya Mengatur Nutrisi

Tetap puasa saat hamil sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan. Yang penting sudah dikonsultasikan dengan dokter, dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Sponsor: Jasa Pembuatan Fanpage

Systematic Review 2014 menyebut, 60-90 persen ibu hamil di berbagai negara seperti Iran dan Amerika Serikat memutuskan untuk tetap berpuasa. Tentu saja, ibu hamil dan menyusui butuh persiapan yang benar-benar matang, sebab nutrisi yang diasupnya dibutuhkan pula oleh sang buah hati.

"Ketika sahur, ada baiknya untuk menyantap makanan yang berkuah dan karbohidrat kompleks. Jangan makanan yang manis, ini menyebabkan rasa cepat lapar karena mereka mudah diserap tubuh," tutur dr Dian Permatasari M.Gizi, SpGK dalam temu media di Aston Kuningan Suites, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menjelang imsya, dianjurkan pula untuk mengonsumsi cemilan sebagai tambahan nutrisi. Cemilan yang dipilih juga harus yang sehat, misalnya biskuit.

Demikian juga saat berbuka puasa, ibu hamil dan menyusui juga dianjurkan mengonsumsi makanan manis untuk mengembalikan cadangan gula yang hilang saat puasa. Sebaiknya, beri jeda untuk mengonsumsi makanan yang lebih berat.

Makanan berat bisa juga disantap selepas salat Tarawih. Namun pada malam hari, sebaiknya porsinya tidak berlebihan.

"Di waktu ini, Anda bisa memakan makanan seperti sandwich misalnya," kata dr Dian.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel DariTipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Layanan Iklan Promosi Untuk Produk Usaha Atau Bisnismu, Silahkan Hubungi Team Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)